Akhir Zaman
“Hai manusia, Sesungguhnya kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal...” (AL HUJURAAT Ayat 13)

Tanda-tanda Akhir Zaman

Umat manusia saat ini seperti saling berlomba untuk mendirikan rumah ibadah ditempatnya masing-masing, seakan ingin menunjukan pada semua orang, bahwa ditempat bangunan itu berdiri, pastilah banyak orang-orang yang beriman. Namun, apakah bangunan yang megah menjamin ketakwaan di dalamnya?

⚡ PROMO BERAKHIR DALAM:
00Hari
00Jam
00Min
00Det
Rp.125.000 dan dapatkan akses ke semua artikel berbayar

🔒 Konten Lanjutan Terkunci

Masukkan password untuk membaca sisa artikel.

AKSES DITERIMA ✅

Selamat membaca lanjutan artikenya.

“Maka apa bila manusia di timpa bahaya, ia akan menyeru kami, kemudian apa bila kami berikan kepadanya nikmat  dari kami ia akan berkata : “Sesungguhnya aku di beri nikmat itu adalah karena kepintaranku. “Sesungguhnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.”

(SURAT :  AZ- ZUMAR  Ayat 45).

 

Di akhir Zaman tidak ada Nabi

Di akhir Zaman tidak ada seorang Nabi. Yang ada hanyalah seorang Imam. Hamba Allah, yang dia sendiri pun pada awalnya tidak begitu yakin akan jati dirinya. Di tengah kegalauan hatinya, yang terpilih terus berjalan. Di temani para sahabat. Ia singgah dari satu rumah ibadah ke rumah ibadah yang lainnya, mengucapkan salam kepada  para  penghuni di dalamnya. 

Pengetahuan ilmu Agama tidak dia peroleh seperti manusia  pada umumnya, karena yang terpilih langsung mendapatkan “bimbingan” dan diajarkan langsung oleh Yang Maha Kuasa melalui mimpi mau pun ilham lainnya.  Lalu atas izin Yang Maha Kuasa dia dipertemukan dengan hamba Allah lainnya, dari para wali Allah ia banyak mendapatkan pengajaran dan makna akan hakekatnya  ilmu Allah.

Mungkin ini  semua tak lain untuk menjaga kemurnian aqidah-nya, yang pada masa kini tuntunan aqidah umat manusia telah banyak di palsukan  oleh tangan-tangan halus para pengikut Dajjal, dengan maksud untuk lebih menyesatkan anak–anak  manusia.

 

(Al-Qur’an) Ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka di beri peringatan dengannya, dan supaya  mereka mengetahui bahwasanya  Dia (Allah swt) adalah Tuhan yang maha esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (SURAT : IBRAHIM  Ayat 52)

 

Hidayah yang pertama diberikan oleh Yang Maha Kuasa pada yang terpilih  ialah dengan di berikannya sebilah pedang ghaib atau pedang cahaya. Pedang ghaib ini sesungguhnya adalah Ruh dari kekuatan yang terkandung di dalam dua kalimat Syahadat.  Di mana ruh dari kekuatan ini pernah beberapa kali menyertai dan menjadi kekuatan para utusan yang  terdahulu, dengan kekuatan itu pula - lah Raja Firaun dan para pengikutnya  dahulu kala pernah di tenggelamkan di dasar Laut merah oleh Nabi Musa as.

Dan yang terakhir pernah menggunakan kekuatan ini adalah Sayidina Ali ra, atas izin Yang Maha Kuasa, Rasulullah SAW ketika itu memasukan Ruh dan kekuatan dua kalimat Syahadat ke dalam pedang Zulfikar.

Seiring dengan bertambahnya usia. Sekian tahun kemudian dada yang terpilih di belah secara ghaib, di bersihkan, lalu dimasukan Ruh dan kekuatan Alqur’an ke dalam hatinya.  Alqur’an yang kala itu sudah berwujud  (cahaya) masuk ke dalam dada yang terpilih, lalu setelah (cahaya) putih  yang disertai ucapan ilahi tersebut masuk dan bersemayam di dalam hatinya, atas izin Yang Maha Kuasa, hati yang terpilih  di (kunci) kembali, sehingga yang terpilih pun tidak mengetahui akan  makna dan  kekuatan Alqur’an yang sesungguh nya telah bersemayam di dalam dirinya  itu.

 

Para Wali Allah di Akhir Zaman

Pada suatu ketika atas izin Yang Maha Kuasa, yang terpilih dipertemukan dengan salah seorang hamba Allah yang mewarisi ilmu Khidhr. Sang hamba Allah tersebut (mengetahui) bahwa anak muda yang kini berdiri di hadapannya ini, sebenarnya adalah seseorang yang dimaksut dalam beberapa kitab terdahulu. Namun keraguannya ketika itu muncul ketika melihat keadaan lelaki muda di depannya yang penampilannya  ini sungguh di luar dugaannya.

Lalu  untuk menjawab rasa penasarannya itu, dia meminta anak muda tersebut membaca salah satu ayat suci untuk mengendalikan angin, karna jika benar dia adalah yang terpilih tentu dia mampu melakukan itu.

Karna dia (mengetahui) siapapun (anak manusia) yang terpilih akan memiliki dan memahami segala ilmu pengetahuan yang terkandung di dalam kitab Suci tersebut, beserta seluruh kekuatan yang terkandung di dalamnya. Ternyata tidak bisa, tapi karena ia begitu yakin bahwa pemuda di hadapannya ini adalah (yang terpilih), maka tanpa putus asa dia mengajarkan beberapa (ilmu Allah ) sehingga akhirnya diapun terkejut.

Tahulah ia kini, bahwa saat ini pemuda itu sedang dalam (perjalanan) untuk menjemput beberapa  ilmu Allah, yang telah Allah titipkan kepada para wali-nya yang saat ini tersebar di atas  muka bumi ini. Sadarlah ia bahwa ayat-ayat suci yang saat ini masih banyak bertebaran di atas muka Bumi ini sesungguh-nya Ruh dan kekuatan-nya  sudah tidak ada lagi. karna sudah di cabut oleh Yang Maha Kuasa.

Para pengikut Dajjal selalu memasang mata dan telinga, untuk mencari tau siapa dan di mana (yang terpilih) itu berada, dan atas izin Yang Maha Kuasa, (yang terpilih) selalu di selamatkan dari orang-orang yang tidak menghendaki kedatangannya. 

Akibat  fitnah  Dajjal di tanah kelahiran-nya, diapun memutuskan untuk pergi meninggalkan  tanah kelahiran-nya tersebut, hingga dalam pelarian-nya bersama para sahabat, tibalah mereka di tanah Suci. Para pengikut Dajjal memburu-nya hingga ke Tanah suci, namun atas izin Allah SWT,  para pengikut Dajjal yang mengejarnya tenggelam di lautan padang pasir.

 

“Dan sesungguhnya  Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar, sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu  benar-benar Maha pengampun lagi maha penyayang.” (SURAT :  AN NAHL Ayat 110).

  

Pada waktu Sholat Ashar berjamaah, yang terpilih ikut solat berjamah, berada di Shaf belakang Imam besar Mesjid Tanah suci. Atas kehendak Yang Maha Kuasa, Imam mesjid yang ketika itu sedang mengimami Sholat Ashar berjamaah, di pertengahan Sholat-nya, hidung-nya mengeluarkan darah (mimisan), hingga Imam tersebut, harus digantikan oleh makmum lainnya yang pas  berada di belakangnya.

Sholat berjama’ah, belum selesai namun Imam pengganti berikutnya  hingga yang ke-enam pun mengalami hal yang serupa, hingga tibalah giliran Imam pengganti Yang ke tujuh. Dan yang terpilih maju menggantikan imam yang ke-enam tersebut, lalu meneruskan memimpin Sholat berjamaah itu hingga selesai.

Selesai Sholat ashar berjamaah, tahu lah para imam besar yang ketika itu ada disana, bahwa diantara mereka kini telah hadir imam terakhir yang mereka tunggu-tunggu selama ini.  Para imam yang disana sepakat untuk membaiat yang terpilih untuk Memimpin umat, namun karena merasa belum cukup Ilmu agama-nya, yang terpilih menolak permintaan mereka semua, dan mengatakan bahwa masih banyak yang lebih tua dan lebih mengerti akan ilmu agama darinya

Para Imam dan makmum yang ada disana ketika itu telah yakin dan sudah sepakat untuk mengangkat-nya sebagai pemimpin mereka, sebab mereka tau saat ini umat  terpecah-belah, akibat Fitnah Dajjal.

Lalu atas izin Yang Maha Kuasa terbukalah (kunci) ilmu dan kekuatan dari Kitab suci yang selama ini sudah  tersimpan di dalam hatinya, dan dalam sekejap mata, paham-lah ia, akan  semua peraturan dan jalan lurus yang dulu  pernah di turun-kan kepada  utusan yang terdahulu.


Dengan membawa (pedang cahaya) di tanganya yang bertuliskan “Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah,”  yang cahaya nya menerangi hingga menembus langit yang ke tujuh, dia datang atas  nama Tuhan yang Maha pengasih lagi maha penyayang, tidak  membawa ajaran baru, kedatangannya ini  hanya untuk meluruskan dan mengingatkan kembali akan  ajaran Rasulullah yang pada saat ini telah banyak di lupakan umat manusia.


Kisah dibalik Surat :  Al-A’RAAF (Ayat 12 s/d 18)

Alkisah setelah berhasil memperdaya dua anak manusia, hingga menyebab kan mereka saling membunuh antara satu dengan yang lainnya, Dajjal pergi meninggalkan mereka.

Di tengah jalan dia menjumpai seorang pria yang sepertinya sedang menunggu sesuatu. Dajjal pun meng hampiri-nya, dengan maksud ingin memperdayai seperti biasanya, tak lupa ia merubah penampilannya menjadi sesosok wanita cantik, ramah dan tentunya sangat menarik hati kaum Pria pada umumnya. 

Setelah berbicang-bincang sebentar,  pria ini tampaknya mulai tertarik dengan rayuan mautnya. dan akhirnya pria tersebut mengajak Dajjal pergi ke suatu tempat. Tapi alangkah kagetnya sang Dajjal, ketika pria tersebut membuka seluruh pakaian-nya. dan hampir saja Dajjal lari ketakutan melihatnya.

Seorang pria berwajah tampan, tapi memiliki bentuk dan anggota tubuh seperti seorang wanita, dengan wajah pucat pasi Dajjal pun bertanya,”Siapa engkau..?”

Dengan santai sambil menutupi kemaluan-nya, pria bertubuh wanita molek ini menjawab,”Aku adalah Tuanmu.”

Dalam keadaan masih bingung,  Dajjal melihat lebih seksama lagi, setiap jengkal tubuh wanita tanpa busana yang kini sedang duduk dihadapannya.

Dajjal pun kembali bertanya.”Apa yang engkau inginkan dariku.?"

Wanita berwajah pria yang duduk di hadapannya memberikan cermin pada Dajjal, sambil berkata.

”Lihatlah dirimu, Pria bukan, Wanita juga bukan.”

Dajjal menerima cermin pemberian wanita berwajah pria tersebut, dan hampir saja ia melompat, karna begitu kagetnya melihat pantulan wajah yang ada di dalam cermin itu, seraut wajah menyeramkan, yang hanya memiliki satu mata dan ada tulisan “Kafir” di keningnya, dan tulisan itu  niscaya bisa di baca dan di mengerti oleh semua bahasa anak manusia beriman yang ada saat ini.

 

Tak lama kemudian, Wanita berwajah pria yang kini telah kembali ke wujud aslinya itu memperbaiki jubah hitam yang menutupi kepalannya. Dan  ingatan makluk ini seperti kembali ke masa lalu,:

 

ALLAH berfirman : “Apa yang menghalangi mu untuk bersujud (Kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?”  menjawab Iblis : “Saya lebih baik dari padanya : engkau Ciptakan saya dari api, sedangkan dia engkau cipta kan dari tanah."

 

ALLAH Berfirman : “Turun lah kamu dari surga itu, karna kamu tidak sepatutnya menyombong kan diri di dalamnya, maka keluar lah, sesungguh nya kamu termasuk orang yang hina “.  Iblis menjawab : “ Beri tangguh lah saya sampai waktu mereka di bangkitkan."

 

ALLAH berfirman : “ Sesungguh nya kamu, termasuk mereka yang di beri tangguh.“  Iblis menjawab : “ Karena engkau telah meng hukum saya tersesat, saya benar-benar akan ( menghalang-halangi /menyesatkan) mereka ke  jalan engkau yang lurus.  “Kemudian saya akan mendatangi mereka, dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka, Dan engkau tidak akan mendapati  kebanyakan dari mereka bersukur.

 

ALLAH berfirman : “keluar lah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir, Sesungguh nya barang siapa diantara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi Neraka Jahanam dengan kamu semua “. (SURAT :  Al-A’RAAF  Ayat 12 s/d 18).

 

Setelah terdiam sejenak, sambil melihat Dajjal lalu Iblis kembali berkata.

"Itulah nama dan wajahmu yang sesungguhnya, dengan mewarisi semua ilmu dan kekuatan yang  ku miliki, datangi  dan bujuk anak dan cucu Adam, dari muka dan dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka, lalu palingkan mereka semuanya dari wajah Tuhan-nya, dan Jadikan mereka orang yang  lupa akan diri dan Tuhan nya."

 

*****

Manusia Akhir Zaman

Anak manusia saat ini telah banyak yang  lupa akan diri dan Tuhannya, dunia laksana rimba raya, hukum rimba berlaku saat ini, di mana yang kuat menindas yang lemah. Dunia saat ini nyaris tiada aturan, beberapa peraturan yang dulu  pernah di turunkan melalui para utusan kini sudah di ganti dengan hukum dan peraturan buatan manusia, di mana hukum dan peraturan buatan manusia ini lebih  memihak kepada  para penguasa dan orang-orang yang memiliki harta.

Saat ini Dunia sudah  hilang keseimbangan. Anak manusia sudah tidak  lagi mempercayai  hukum dan pemerintahan  yang berlaku saat ini. karena yang mereka tau, hukum dan keadilan baru akan berpihak  pada mereka  jika mereka memiliki sejumlah harta. Keadaan kini, Seperti perumpamaan beberapa anak manusia yang sudah tidak lagi bisa membedakan antara siang dengan malam. Sungguh membingungkan, bulan kembar telah muncul dannyaris menutupi  cahaya kebenaran.

Fitnah Dajjal telah berhasil masuk ke dalam semua sendi-sendi kehidupan. di mana uang adalah Tuhan yang nyata bagi sebagian umat manusia saat ini, tiada hal yang paling di takuti dan juga paling di senangi saat ini, selain dari pada uang.

Uang berhasil  mengatur roda kehidupan dan menguasai  dunia, dengan uang pula anak manusia bisa membeli dan memiliki apa saja yang mereka inginkan, mulai dari harga diri hingga nyawa anak manusia lainnya. dan saat ini uang nyaris menjadi Tuhan yang paling sempurna bagi para penyembah berhala.

Suatu ketika, Dajjal pernah bertanya pada anak manusia yang ia jumpainya di sepanjang jalan  ini.

”Apa yang engkau inginkan?”

Dengan sepontan mereka menjawab.” kami menginginkan Harta dan Jabatan.”

Sambil tersenyum Sang Dajjal menjawab. "Baiklah,.ikutilah jalanku, maka engkau akan dapatkan semua itu.” 

 

Dengan uang Dajjal berhasil memutar balikan putaran Dunia, mendapatkan banyak budak dan hamba sahaya dari kalangan anak manusia.

Sesungguhnya  Dajjal pernah mati suri pada zaman Rasulullah, disemayamkan dalam (peti mati) yang tersimpan rapi. Tersembunyi dari pandangan mata anak manusia kala itu. tapi atas izin Yang Maha Kuasa. Sesudah meninggalanya Rasulullah Dajjal bangkit kembali  lalu hidup dan membaur dengan umat  manusia lainnya hingga saat ini.

Bentuk dan penampilan-nya selalu berubah sesuai keadaan, terkadang menjadi pria tampan penuh pesona, hingga berhasil membuat banyak wanita bertekuk lutut di hadapannya. dan  ia berhasil membuat para wanita yang telah terperangkap dalam pelukan-nya itu ,lupa akan diri dan Tuhannya, mereka kini tiada lagi mempercayai adanya hari kebangkitan, semuanya telah mabuk kepayang, larut dalam hiruk pikuk  tarian Surga dunia.

Lain waktu menjadi sosok wanita cantik nan rupawan, sambil memamer kan kemaluannya dia tawarkan kenikmatan syahwat pada setiap lelaki yang di  jumpainya.  Setelah berhasil menaklukan para lelaki yang jatuh ke dalam dekapannya, ia menjadikan mereka semua menjadi  para penyembah surga Dunia, hingga lupa akan diri dan Tuhannnya.

Dengan harta dan kekuasaan di  tangannya, Dajjal, berhasil memimpin dunia dari balik persembunyian-nya, dia berhasil menaklukan para pemimpin di berbagai belahan dunia, dan menjadikan mereka semua sebagai pemimpin boneka miliknya, yang bisa dia atur sesuai keinginannya.  

Adapun ciri-ciri kepemimpinan para boneka Dajjal adalah, pemerintahan yang dengan sengaja  membuat peraturan, dengan tujuan semata-mata  untuk menindas dan mencekik rakyat yang di pimpinnya, hingga perlahan-lahan rakyatnya  akan merasa putus asa, dan tidak lagi memiliki harapan untuk hidup, mereka akan di paksa untuk membunuh dirinya sendiri.

Perlahan-lahan, mereka mulai merasa bahwa Tuhan itu tidak adil pada mereka. Dan disaat anak manusia sudah mulai putus asa, dan mulai kehilangan arah, barulah Dajjal datang menawarkan bantuan.

Lain waktu, dengan memakai pakaian keagamaan, Dajjal membaur dengan  umat  manusia lainnya yang sedang menjalankan aktifitas  keagamaan, dengan kecerdasan dan sedikit (kekuatan) yang di milikinya. Ia berhasil membuat mereka semua terpecah menjadi beberapa aliran.

Lalu ia mempengaruhi beberapa kelompok anak manusia  lainnya untuk di adu domba dengan mereka. Dengan menjual nama Tuhan dan Utusan yang terdahulu, dia telah berhasil membuat banyak anak manusia lupa akan diri dan Tuhannya.

Dajjal selalu meyakinkan pada mereka semua, bahwa aliran milik  merekalah, saat ini yang paling pas dan benar cara menghadap ke Tuhan-nya. Hingga atas nama Tuhan pula, dia menyarankan agar mereka segera menghukum dan menghancurkan aliran lain yang tidak sejalan dan  tidak sepemahaman dengan aliran mereka, karena sudah  pasti aliran yang lain dari mereka itu adalah aliran sesat.

Setelah berhasil membuat para pemeluk Agama terpecah belah, dan  saling serang antara satu dengan yang lainnya, Dajjal pun pergi meninggalkan mereka semua, tak lupa ia membuang pakaian keagamaanya , lalu  mengganti  pakaiannya dengan pakaian penegak Hukum.

Dengan mengenakan pakaian penegak hukum, Dajjal berhasil membuat para pelaku kejahatan di bebaskan, lalu memutar balikan keadaan, yang salah di benarkan, dan yang benar di salahkan. Sehingga sang korban lah yang justru di hukum dan di jadikan tersangka.

Dajjal sudah lama mempermain kan Hukum di Dunia dengan uang, dengan  sejumlah uang pulalah, para pengikutnya, berhasil membeli dan membuat hukum sesuai keinginan mereka. Rasulullah SAW sudah mengingatkan akan bahaya fitnah Dajjal ini, dan meminta agar pesan ini terus disampai kan pada  anak keturunan mereka, hingga hari yang di janjikan itu tiba.

 

****

 Peperangan di Akhir Zaman

Diatara hembusan angin yang bertiup kencang, dibawah langit yang menghitam, sore itu terlihat sesosok pria berwajah tampan namun memiliki bentuk tubuh seperti wanita cantik, sesekali menatap langit, wajah tampannya itu tidak mampu menyembunyikan luapan  amarah di dalam dirinya. Di kejauhan, beberapa boneka mainannya berjaTuhan. Di iringi suara hiruk pikuk ketakutan para hamba sahaya-nya, yang terus berlari menyelamat kan diri kearahnya.

Di kejauhan, dia melihat cahaya putih yang sinarnya menembus hingga kelangit, cahaya itu terus bergerak mendekat ke arahnya. Cahaya itu dulu pernah dilihatnya, tapi  sudah lama sekali menghilang dan kini muncul kembali.

 

 ” Ehm.. Benarkah telah tiba waktu pertemuanku dengannya?”

 

Sambil mengumam seolah berbicara pada dirinya sendiri, ekor matanya melirik kebelakang, melihat barisan pasukan-nya yang terdiri dari setan dan manusia yang telah lupa akan diri dan Tuhannya, masih setia berjongkok menunggu perintah darinya.

 

*****

 

Di Lautan yang luas Sang Imam Berdiri Tegak sambil terus menatap kilatan-kilatan cahaya pasukan Dajjal yang terus meluluh lantakan kota-kota umat manusia yang tidak mau berpaling dari Tuhannya.

Di dunia saat  ini hanya ada dua Golongan, yaitu Golongan kanan dan Golongan kiri. Golongan kanan  ialah umat manusia yang masih ingat akan diri dan Tuhannya, dibawah komando sang Imam yang datang untuk membuka blokade pasukan Dajjal dan pengikutnya.

 

Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan Negeri-negeri secara zalim, sedangkan penduduk nya orang-orang yang berbuat kebaikan. Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu dia menjadikan Manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang - orang yang di beri rahmat oleh Tuhanmu, dan untuk itulah ALLAH menciptakan mereka, Kalimat Tuhanmu ( keputusannya ) telah di tetapkan : sesungguhnya aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan Jin dan Manusia  (yang durhaka) semuanya. (SURAT : HUUD  Ayat 117 s/d 119.)

 

Datang dari Timur, bersama golongan Jin dan Manusia yang masih ingat akan diri dan Tuhannya, Kapal-kapal perang sang Imam terus bergerak, merapat menuju Daratan untuk menghadang gerak laju pasukan  Dajjal.

 

"Terpujilah engkau yang di bangun dan tidurmu selalu menyebut nama Tuhanmu.”

 

Akhirnya dua pasukan besar bertemu, perang terhebat dan terdasyat yang belum pernah terjadi sebelumnya berlangsung saat ini, merata di seluruh belahan Dunia. beberapa anak manusia menggumam.

 

”Inikah akhir Dunia?”

 

Perang akhir zaman yang pernah di janjikan sebagai penutup cerita Dunia akhirnya benar-benar terjadi, senjata-senjata pemusnah masal yang belum pernah terfikirkan oleh manusia sebelumnya , muncul dan di gunakan  untuk memenangkan peperangan ini. 

Kilatan api dan cahaya dari dua golongannyaris meratakan Dunia. Sang Iblis turun ke muka Bumi, memimpin pasukan kegelapan, menebar maut dan ancaman bagi setiap anak Adam yang tidak mau ingkar kepada Tuhannya.

 

Dan Iblis pun menari dan tertawa di antara  tumpukan mayat anak Manusia…

 

Sinar-sinar merah kebiruan yang terus  keluar dari mata tunggal Dajjal, menghancurkan dan meratakan kota-kota umat manusia yang masih enggan berpaling dari Tuhannya. Pasukan Dajjal terus bergerak meratakan kota-kota yang di singgahinya. 

Meninggalkan puing-puing kehancuran dan jerit tangis pilu anak manusia yang  kehilangan orang tua, saudara dan anak-anak yang mereka kasihi.

Kepanikan dan ketakutan  anak manusia ketika itu sungguh tak pernah terbayangkan sebelumnya , seandainya ada seorang wanita yang baru melahirkan pun, niscaya dia akan langsung lari tunggang langgang meninggalkan bayi-nya begitu saja, dikarenakan begitu takut nya sang ibu melihat huru-hara yang terjadi saat ini.

Peperangan terus berlangsung, dua Golongan bertempur hebat menentukan masa depan umat manusia, Pasukan Dajjal yang terdiri dari golongan setan dan Anak manusia yang sudah lupa akan  diri dan Tuhannya, di bantu bala tentara iblis berhasil memukul mundur pasukan Jin dan Manusia yang bertakwa di bawah Komando sang imam.

 

"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhan-nya di pagi dan senja hari dengan mengharapkan keridhaan-nya, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaan itu melewati batas." (SURAT :  AL KAHFI  Ayat 28).

 

Pada suatu malam yang  hening dan di berkahi, Sang Imam bersama Umat manusia dan golongan Jin yang tersisa terus memanjatkan doa, dalam kepasrahan Sang Imam terus memohon pertolongan pada Yang Maha Kuasa agar umat manusia yang tersisa kini masih bisa di selamatkan dari huru hara dan bencana peperangan akhir zaman yang saat ini tengah berlangsung.

 

“Dan sebutlah ( nama ) Tuhan-mu dalam hatimu dengan merendah kan diri dan  rasa takut. dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk  orang-orang yang lalai.” (SURAT  : AL-A’RAAF  Ayat 205).

 

”Dan bersabar lah dalam menunggu ke tetapan Tuhan-mu, Maka sesungguh nya kamu berada dalam penglihatan kami,  dan bertasbih lah dengan memuji Tuhan-mu ketika kamu bangun dan berdiri “ (SURAT :  ATH THUUR  Ayat 48).

 

Nun jauh di atas sana, Seberkas Cahaya putih keperakan turun ke Bumi, dimalam yang hening, angin bagaikan berhenti, air nyaris tak beriak. Cahaya putih keperakan terus  melesat turun ke Bumi, merobek dan menembus tabir kegelapan yang selama ini menutup cahaya kebenaran menuju ke Tuhan-nya. 


Dan tak seperti biasanya, dimalam yang sunyi dan mencekam itu sang Iblis  beserta pasukannya tertidur pulas.


Suara adzan Subuh pun berkumandang di daerah-daerah  basis pertahanan umat Manusia yang masih ingat akan diri dan  Tuhannya.

 

“Dan bertasbilah lah kepada-nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam nya bintang-bintang (di waktu fajar)” (SURAT :  ATH THUUR  Ayat 49.)

 

Di suatu mesjid yang di berkahi, sebelum sholat Subuh  berjamah di mulai, sang Imam menyambut  tamu  yang istimewa, sang Imam yang hatinya selalu (terjaga) mengetahui siapa sesungguhnya tamu yang baru saja datang itu, sambil  mengucapkan salam dan saling berangkulan atas nama Tuhannya,  sang tamu menjelaskan akan niat kedatangannya.

Sesungguhnya kedatangannya kali ini atas izin Yang Maha Kuasa untuk membersihkan  namanya kembali, nama yang sudah lama di pakai dan di salah gunakan Dajjal, untuk menyesatkan sebagian anak manusia.

Sang imam mempersilahkan Tamunya tersebut untuk memimpin barisan Sholat Subuh berjamah yang akan mereka kerjakan saat ini. Namun  tamunya itu dengan halus menolak dan mengatakan bahwa kedatangannya kali bukan sebagi Utusan tapi  untuk masuk ke dalam barisan makmum yang  akan membantu perjuangan Sang Imam, meng-kumandang kan Kembali nama Tuhan di akhir zaman ini.

 

****

 

Pertempuran kembali pecah, bala bantuan tentara malaikat di  bawah komando sang juru selamat, berhasil memukul mundur bala tentara sang Iblis. Sang juru selamat membawa cermin yang mampu menghancurkan benda  apa saja yang  bayangan-nya   tertangkap oleh  cermin-nya itu, setiap jin dan anak manusia yang  ingkar  kepada Tuhannya, langsung hancur seperti debu di tiup angin begitu melihat pantulan wajah-nya berada di dalam cermin tersebut.

Sang Iblis murka lalu berusaha merebut cermin itu dari tangan Juru selamat. Namun begitu sang Iblis melihat pantulan wajah-nya di dalam cermin, dia langsung menjerit dan lari ketakutan, sang Iblis melarikan diri meninggal kan arena pertempuran. bala tentara Iblis yang melihat pemimpin-nya kalah dan melarikan diri, ikut berlari menyusulnya.

Tinggal lah  pasukan Dajjal sendirian ditempat ini, menghadapi pasukan umat manusia dan golongan Jin yang masih menyebut nama Tuhannya. mereka berhasil di kepung, dan pasukan Dajjal berhasil di kalahkan. 

Sang Imam bertemu Dajjal, sambil mengucapkan nama Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, sang Imam menancapkan  pedang cahaya tepat di ubun-ubunnya, Dajjal pun mengucapkan, kalimat.

 

“Tiada Tuhan selain Allah, telah sampai Tugasku, atas Izin  Tuhanku, aku akan kembali,"

 

*****

Perang Akhir Zaman

Perang besar besar yang hanya meninggalkan sepertiga umat manusia yang ada di Dunia saat ini, di menangkan oleh golongan kanan.  Pemerintahan barupun  di bentuk dengan diangkatnya  sang Imam  menjadi kepala pemerintahan, dan juru selamat di angkat menjadi hakim yang tertinggi di negeri ini.

 

Hukum yang berlaku di negeri ini adalah hukum dan peraturan Tuhan, yang pernah di turunkan melalui para utusan terdahulu, peraturan ini  untuk seluruh umat manuasia tanpa terkecuali. Pada masa ini seluruh anak manusia, merasakan keadilan dan kemakmuran yang merata hingga ke pelosok Negeri.

 

Tujuh Tahun lamanya, umat manusia mengalami masa - masa ke-emasan. Tiada di jumpai  satu anak  manusia-pun  yang merasa tidak aman untuk pergi meninggal kan harta benda nya ketika mereka hendak pergi meninggalkan  rumah.

 

Dunia begitu aman dan damai  saat ini. Toleransi antar Umat manusia sangat tinggi, hingga sebagai perumpamaan dari keadaan ini, seandai nya ada uang milik seseorang yang jatuh di tengah jalan pun niscaya, tiada satu orang pun selain pemilik nya yang mau dan berani  mengambil uang yang jatuh tersebut.

 

Kondisi masyarakat di masa ini sangat lah makmur, hasil bumi melimpah ruah dari Tanah yang (di berkati) dan ke-makmuran merata hingga ke seluruh pelosok negeri. Di masa ini sangat sulit menjumpai seseorang yang mau menerima sedekah dari orang lain-nya, mereka semua saling berlomba-lomba untuk memberikan sedekah dan  membayarkan zakat penghasilan-nya masing-masing.

 

Sang Imam memimpin tampuk pemerintahan di (Negeri yang di berkahi)  ini selama Tujuh tahun lamanya, kemudian beliau wafat, lalu kepemimpinan beliau di teruskan oleh Sang Juru selamat selama tujuh tahun pula.

 

"ALLAH mengambil jiwa orang waktu matinya, dan jiwa ( orang ) yang  (belum mati ), di ambil nya waktu tidur-nya. di tahan-nya jiwa ( Orang ) yang telah di tentukan kematiannya, (sehingga tiada kembali kepada tubuh-nya). Tapi yang selebihnya di lepaskan-nya sampai waktu yang di tentukan. Sungguh, itu semua merupakanj Tanda-tanda (Kekuasaan Tuhan) bagi orang-orang yang menggunakan pikiran."  (SURAH :  AZ-ZUMAR  ayat 42).

 

*****

 Akhir Zaman

Atas izin Yang Maha Kuasa , sang Imam dalam peperangan besar itu tidak membunuh  Dajjal. Setelah berhasil di kalahkan,  Dajjal yang kala itu Ubun-Ubunnya di (pasak) dengan kekuatan dari pedang Cahaya, kehilangan  semua kekuatan yang di milikinya. Sang Dajjal yang telah berubah menjadi manusia biasa, ketika  itu memohon dan  meminta belas kasihan dari sang Imam agar mau mengampuni selembar nyawa-nya, dan atas izin Yang Maha Kuasa sang Imam mengampuni Sang Dajjal lalu memenjarakannya ditempat kusus.

 

Hingga pada suatu ketika, sang Dajjal yang  tengah  menjalani hukuman berhasil melarikan diri lalu kembali menjumpai sang Iblis. Setelah semua kekuatan-nya kembali pulih, ia pun mengumpul kan sisa-sisa pasukannya kembali, menyusun  rencana  lalu melakukan serangan balasan.

 

Dajjal kembali berhasil merebut sebagian hati anak manusia untuk kembali menjadi pengikutnya. Bersama sisa-sisa tentara Iblis, mereka mulai mengusai dunia kembalibanyak menjerumus kan anak manusia hingga kembali lupa akan diri dan  Tuhannya.

 

Sang juru selamat yang mendengar kedatangan pasukan Dajjal, segera memimpin pasukan untuk  membasmi para pengikut dan bala tentara Dajjal. Pertempuan kembali pecah, dalam pertempuran kali ini sang  Juru selamat berhasil membunuh Dajjal dengan pedang Cahaya.

 

Setelah Dajjal meninggal, pasukan dan para pengikutnya yang tersisa sebagian melarikan diri dan sebagian lagi bertaubat dan kembali menyebut nama Tuhan-nya. Takbir berkumandang di mana-mana.

 

Sampai saat yang ditentukan. Sang juru selamat pun tutup usia dan beliau di kebumikan layaknya manusia biasa, maka sempurnalah kalimat Tuhan-ku.

 

“ALLAH berfirman : “Di Bumi itu Kamu hidup dan di Bumi itu kamu mati, dan dari Bumi itu ( pula ) kamu akan di bangkit kan"  (SURAT :  AL-A’RAAF  Ayat 25.)

 

Setelah meninggal nya sang juru selamat, anak manusia kembali lupa akan diri dan Tuhannya, hingga Yang Maha Kuasa menurun kan azab pada mereka semua.

 

"Jika ALLAH harus menghukum manusia karena kejahatan-nya, tiada ia akan meninggalkan di ( atas Bumi ) makhluk hidup satu pun juga. Tapi ( ALLAH ) memberi mereka waktu, sampai waktu yang di tentukan. Dan jika datang waktunya, tiada mereka dapat menundanya ( sesaat pun juga ) dan tiada mereka dapat (mendahului ( sesaat pun juga ).” (SURAT :  AN-NAHL Ayat 61).

 

Bintang ber-ekor raksasa menabrak dan menghantam Bumi, ledakan dasyat di sertai  percikan api yang keluar dari gesekan antara Bintang dan Bumi yang masih terus berputar meratakan permukaan Bumi.

 

Maka apa bila sangkala di tiup sekali tiup. Dan di angkatlah Bumi dan gunung-gunung,  lalu di benturkan kedua-nya sekali bentur. Maka pada hari itulah terjadinya Kiamat.  Dan terbelah lah langit, karna pada hari itu langit menjadi lemah. (SURAT :  AL HAAQQAH Ayat 13 - 16).

 

Bintang berekor dan Bumi meledak secara bersamaan, ledakan ini merusak tatanan  tata surya yang ada, sehingga menyebabkan Planet-Planet yang ada saling bertabrakan antara satu dengan yang lainnya. ledakan keras terjadi di mana-mana. Alam semesta  sunyi senyap tanpa adanya tanda-tanda kehidupan.

 

Selesai

 

Catatan: Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan Foto, nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

window.addEventListener('load', () => {
  console.log('Premium Optimizer Active');
  // Script Core Loaded
});