Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kisah Si Belah Mencari Tuhan (Bagian Sembilan)

 

Kisah Si Belah Mencari Tuhan
Kisah Si Belah Mencari Tuhan




Bagian Sembilan

<< Bagian Delapan

“Ternyata Wanita malam itu diam-diam telah jatuh cinta kepada Si Belah ya?” tanya Oneng pelan, entah kenapa Ia seperti bisa merasakan kesedihan yang begitu mendalam saat mendengarkan kisah cinta si mantan Wanita malam.

“Bisa jadi,” kata Jabrik pelan.

“Terus?”

“Si Belah sempat datang ke Makam di mana mantan pelacur itu di kebumikan,”

“Dimana?’

“Di dalam areal yang masih berada di lingkungan Yayasan Pelita Hati itu. Sebab tanah yang di beli oleh mantan pelacur itu luas sekali, Ia beli semua tempat-tempat hiburan malam itu, selanjutnya bekas rumah-rumah bordil itu Ia sulap menjadi tempat agar orang-orang yang mengunjungi tempat itu ingat dan merasa bersyukur kepada Tuhan,”

“Maksudnya?”

“Bangunan-bangunan Lokasisasi itu Ia jadi Panti Asuhan, Panti Jompo dan tempat untuk belajar ilmu Agama,”

“Iya ya, terus?” kata Oneng sambil mengangguk-anggukan kepalanya saat kembali bertanya.

“Si Belah oleh pengurus Yayasan di antar ke suatu Makam,”

“Makam dari si mantan PSK itu?”

“Iya,”

“Terus?”

“Salah seorang pengurus itu bercerita kepada Si Belah; bahwa pendiri Yayasan itu jauh-jauh hari sebelum meninggal dunia telah berpesan kepada para pengurus Yayasan ini agar kelak jia Ia meninggal dunia, jenazahnya di kebumikan di tempat ini karena Ia yakin sekali bahwa Si Pencari Tuhan itu akan datang lagi ketempat ini.”

“Iya, hemmm, terus..,” tanya Oneng lagi yang entah kenapa saat ini Ia merasa bulu-bulu halus di tubuhnya meremang berdiri.

“Si Belah sampai di Makam dari pendiri Yayasan Pelita Hati ini,”

“Iya, terus Si Belah berdoa di pinggir Makam agar si mantan Pelacur itu diterima segala amal ibadah kebaikannya dan di masukan ke dalam Surga ya?” tanya Oneng lagi sambil meremas-remas tissue di tangannya.

“Nggak,” jawab Jabrik pelan.

“Ha! Trus Si Belah ngapain ke Makam itu kalau tidak mendoakan kebaikan bagi si Mayit yang tengah di ziarahinya?” tanya Oneng heran dengan tingkah Si Belah.

“Si Belah membaca nama yang terukir di Batu Nisan Makam milik pemilik Yayasan itu,”

“Iya,”

“Namanya Sri Kustuti Nengsih,” Jabrik memberitau nama mantan PKS yang dulu pernah bertanya kepada Si Belah/

“Ha! Kok sama persis dengan nama Oneng ya?” kata Oneng kaget sambil garuk-garuk kepala melihat ke arah Si Jabrik yang senyum-senyum sendiri melihat Oneng yang kaget karena namanya sama dengan nama mantan Pelacur itu.

“Oh jadi nama kepanjangan Mbak, Sri Kustuti Nengsih ya?” tanya Jabrik lagi sambil tersenyum-senyum melihat ke arah Oneng yang cuma tersipu malu melihat ke arahnya.

“Iya, terus apalagi yang di lakukan Si Belah setelah berkunjung ke Makam PSK yang ternyata mencintanya?” tanya Oneng penasaran.

“Si Belah jongkok di pinggir Makam, lalu berdoa kepada Tuhan,”

“Si Belah berdoa apa?”

 “Si Belah berdoa kepada Tuhan agar bisa diketemukan dengan dua Wanita yang dulu pernah menitipkan amanat tanya kepadanya,”

“Si Belah berdoa kepada Tuhan agar di pertemukan dengan kedua wanita yang telah tiada? Terus,”

Alis mata Oneng sedikit menaut, dengan dahi mengkerut ketika menanyakan ini. mungkin Ia bingung, bagaimana caranya Si Belah bisa bertemua dengan orang-orang yang telah meninggal dunia. Apakah Si Belah akan menyusul mereka ke akhirat? Dengan cara meninggal dunia juga?

Oneng cuma bisa garuk-garuk kepala sambil menunggu kelanjutan cerita tentang Si Belah ini dari mulut Lelaki muda di depannya ini yang jujur saja tadi di awal-awal pertemuannya sempat membuatnya jengkel karena sikap konyolnya.


 

 Bagian Sepuluh >>

 

Catatan: Di buat oleh, Warkasa1919 dan Apriani Dinni. Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan Foto, nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

2 komentar untuk "Kisah Si Belah Mencari Tuhan (Bagian Sembilan)"

 Banner ukuran 800 x 100