Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kisah Si Belah Mencari Tuhan (Bagian Sebelas)

Kisah Si Belah Mencari Tuhan
Kisah Si Belah Mencari Tuhan

Bagian Sebelas

 

 << Bagian Sepuluh

“Ha! Waduh, jangan-jangan,” Oneng tidak berani melanjutkan ucapannya karena kuatir di anggap menyela cerita.

“Si Belah terbangun dan kembali melanjutkan perjalanannya,” kata Jabrik lagi sambil menatap ke arah wajah cantik di depannya ini yang tiba-tiba saja telah berubah bak kepiting rebus.

“Iya, terus,”

“Si Jabrik bertemu dengan sosok yang Ia lihat di dalam mimpi, begitu pas dengan gambarannya baik dari suara dan juga bentuk wajahnya, persis semperti yang Ia lihat di dalam mimpinya,”

“Iya, siapa?”

“Si Nenek yang dahulu Ia temui di pinggir Kali tengah beribadah,”

“Iya, terus?”

“Si Nenek tidak mengenali Si Belah. Tapi Si Belah mengenali Wanita tua yang tengah menanti “pelanggannya” itu, karena sebelumnya telah mendapatkan petunjuk melalui mimpinya,”

“Iya, dimana?”

“Di tempat Lokalisasi, menjadi seorang Pelacur,”

“Ha! Terus?” kata Oneng kembali kaget sambil menutup mulutnya sendiri.

“Si Belah memboking si Wanita tua yang dahulu pernah Ia temui di pinggir Kali,”

“Ha! Si Belah “Makek” Si Nenek di Lokalisasi?” tanya Oneng lagi.

“Tidak, hanya mengajaknya bercerita,”

“Iya, terus?”

“Atas izin Tuhan, Si Belah ini di Karunia anugrah oleh Tuhan, bahwa apa yang Ia inginkan langsung wujud seketika,”

“Maksudnya?”

 

Baca juga :  

 Kisah Si Belah Mencari Tuhan (Bagian Sembilan)

 Kisah Si Belah Mencari Tuhan (Bagian Sepuluh)

 

“Si Belah ini kan berasal dari masa lalu, jadi tentu mata uang yang dahulu pernah ada di zamannya dulu saat ini sudah tidak berlaku,”

“Oneng masih belum paham?” tanya Oneng sambil melihat ke arah Jabrik.

“Si Belah tau kalau Wanita tua yang hendak diajaknya untuk bercerita itu sangat membutuhkan uang untuk menunjang kehidupannya, maka saat itu Ia memutuskan untuk memboking Si Nenek agar tidak melayani pelanggan lainnya. Maka seketika saja di dalam kantung bajunya saat itu telah ada sejumlah mata uang yang syah untuk dipakai bertransaksi di masa itu,”

“Iya, keajaiban ya?” tanya Oneng lagi.

“Mungkin kurang lebih seperti itu.” jawab Jabrik pelan sambil kembali menghembuskan asap Rokoknya secara perlahan.

“Iya, terus?”

“Si Jabrik menyampaikan amanat pertanyaan Si Wanita ahli ibadah di masa lalu,”

“Iya, kok bisa ya? Di masa lalu sebagai seorang ahli ibadah yang bahkan tempat yang Ia pakai untuk beribadah itu saat ini di keramatkan oleh sebagian orang tapi kok Si Nenek malah menjadi seorang pelacur?”

“Kan dulunya ketika hidup di masa lalu Si Nenek begitu menginginkan Surga,” kata Jabrik lagi sambil tersenyum dan kali ini senyumnya itu kembali menggoda Perempuan muda yang memiliki penampilan rambut model polwan dengan potongan bob yang memberi kesan rapi, sopan, sekaligus bersahaja tapi memiliki senyuman begitu menawan ini.

Oneng yang tadi sempat takut melihat tatapan mata tajam Lelaki misterius di depannya ini membuang muka, berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya sambil membatin, "hem mulai nakal lagi nih?" Oneng paham betul dengan tatapan mata dan senyum di kulum milik seorang Pria. Sebab bukan Lelaki misterius ini saja yang sudah berusaha kurang ajar kepadanya di dalam Warung kopi ini.

“Maksudnya?” tanya Oneng lagi, berusaha untuk kembali “mewaraskan” pikirannya kembali sambil bicara pada hatinya sendiri, “Anggap saja Lelaki kurang ajar ini adalah Setan yang tengah di utus oleh Tuhan untuk menggodanya.”

“Tuhan memiliki cara sendiri untuk mengabulkan doa-doa hambanya yang ada di dunia,”

“Maksudnya?”

 


Bagian Dua Belas >>


Catatan: Di buat oleh, Warkasa1919 dan Apriani Dinni. Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan Foto, nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan

2 komentar untuk "Kisah Si Belah Mencari Tuhan (Bagian Sebelas)"

 Banner ukuran 800 x 100