Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

 Selamat Datang

Kisah Si Belah Mencari Tuhan (Bagian Lima Belas)

 


Bagian Lima Belas

 << Sebelumnya

Oneng berkata sambil menunduk dan meneteskan air matanya, entah kenapa saat ini Ia merasa begitu sedih sekali, tapi yang Ia merasa aneh pada dirinya saat ini adalah; Ia merasa sedih dan ingin menangis tapi tidak tau karena apa?

“Apa yang Mbak rasakan ketika melihat dan bertemu pertama kali denganku di tempat ini?”

“Biasa aja!” Oneng berusaha menyembunyikan rona merah di kedua pipinya.

“Apa yang Mbak lihat saat tanpa sengaja menatap kedua bola mataku tadi?” tanya Jabrik sambil tersenyum menggoda Perempuan muda di depannya ini yang semakin tertunduk malu dengan rona merah di pipi yang semakin terlihat lebih jelas dari tadi.

“Mas! Maksudnya apa sih?” tanya Oneng sedikit jengah dengan pertanyaan Lelaki misterius di depannya ini.

“Apa yang Mbak lihat tadi?” tanya Jabrik lagi sambil kembali mengulum senyum menggoda Perempuan cantik di depannya ini.

“Udah ah! Jangan sok tau deh!” Oneng berusaha mengelak untuk menjawab pertanyaan Lelaki kurang ajar di depannya ini.

“Mau dengar kisah lanjutan Si Belah gak?”

“Iya,”

“Saat Wanita malam itu menangis mendengarkan kisah perjalanan hidup Si Belah mencari Tuhan, saat itu Ia ingin sekali membantu Lelaki yang hanya memiliki tubuh sebelah itu, tapi Ia sadar bahwa saat itu Ia tidak memilik sesuatu yang bisa Ia tawarkan kepada Si Belah, karena saat itu yang Ia miliki satu-satunya di tempat Lokalisasi itu hanya sebatang tubuhnya sendiri. Bahkan untuk membayarkan Kopi yang di minum Si Belah malam itu pun sengaja Ia bisikin ke Mucikarinya di tempat itu, bahwa Kopi yang telah diminum Lelaki yang hanya memiliki sebelah tubuh itu agar dimasukin ke dalam catatan bon nya di tempat ini.

Malam itu Ia hanya diam ketika teman-temannya asyik mencandai Si Belah yang tidak akan mungkin mau mereka layani, tapi jauh di dalam hatinya Ia mau melayani Si Belah jika memang saat itu Si Belah ingin merasakan “Surga Dunia” dan itu dengan iklas akan Ia berikan secara Cuma-cuma, sebab memang Ia sadar bahwa saat itu hanya itu satu-satunya barang berharga yang Ia miliki.

Setelah Si Belah melanjutkan perjalanannya kembali, Wanita malam itu selalu ingat dengan Si Belah dan berharap bahwa suatu saat akan kembali lagi ke tempat ini. Semenjak kepergian Si Belah dari tempatnya menjajakan diri, Wanita malam itu menjadi primadona di tempat itu, sampai pada akhirnya ada seorang saudagar kaya raya yang kepincut hatinya menebus dirinya dari Si Mami dengan membayarkan semua hutang-hutang yang Ia miliki selama bekerja menjadi Wanita penghibur di tempat ini. Hutang-hutang yang saat itu menurutnya mustahil bisa Ia lunasi walaupun terus bekerja menjadi Wanita Penghibur di tempat itu sampai tua.

Dan setelah Ia menjadi Nyoya besar di Rumah milik pengusaha kaya raya yang telah menjadi suaminya baru Ia bisa melupakan Si Belah. Lelaki yang telah berhasil menarik simpatinya dari saat pertemuannya yang pertama kali. Barulah setelah Suami nya itu meninggal dunia, entah kenapa tiba-tiba saja Ia kembali ingat pada Lelaki yang tidak tau sedang berada dimana saat itu.

Dengan tekat dan keyakinan yang begitu besar bahwa suatu saat Lelaki yang memiliki tubuh Sebelah itu pasti akan kembali menemuinya di tempat pertemuan mereka yang pertama kali dulu. Maka Nyonya besar mantan Pelacur itu membeli semua lahan yang menjadi pusat prostitusi saat itu dan mengganti bangunannya menjadi bangunan tempat orang-orang yang membutuhkan uluran tangannya.

Saat itu Ia terpaksa membeli lokasi yang menjadi pusat pelacuran di Kota itu dengan harga mahal yang berkali lipat jauhnya, tapi saat itu Ia tidak perduli dan atas izin Tuhan akhirnya bangunan yang Ia bangun untuk mengobati kerinduannya kepada Lelaki Pencari Tuhan itu terwujud di tempat yang dahulu adalah tempat yang menjadi pusat kegiatan Maksiat yang ada di kota ini.

Sekian puluh tahun lamanya Ia menanti kedatang Lelaki Pencari Tuhan itu tapi sampai rambutnya memutih semua di makan usia, Lelaki Pencari Tuhan itu tidak pernah terdengar ada kabarnya mendatangi kota ini apalagi ketempat yang Ia bangun atas nama cinta itu.”

 



Selanjutnya >>

Catatan: Di buat oleh, Warkasa1919 dan Apriani Dinni. Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan Foto, nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. 

 

 

Warkasa1919
Warkasa1919 Setiap cerita pasti ada akhirnya. Namun di dalam cerita hidupku, akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru.

4 komentar untuk "Kisah Si Belah Mencari Tuhan (Bagian Lima Belas)"

 Banner ukuran 800 x 100