Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Nyanyian Waktu

Nyanyian Waktu
Gambar pixabay


MENITIPKAN HARAPAN PADA LANGIT

 

kupungut kata demi kata diantara detik dan menit yang berserakan

Lalu kurangkai menjadi setangkai harapan

Kuberikan padamu agar kau susun menjadi lagu kehidupan

Gemercik air dan desau angin akan mengiringi 


Aku takingin langit menjatuhkan airnya

Agar bisa kupandamgi kerlip bintang yang indah

Dan nyanyikan pada semesta,  tentang cinta dan kasih sayang

Tentang harapan yang kutitipkan di langit hatimu



Ujung Malam, 2021



PERCAKAPAN 

 

Dear hati

Terima kasih sudah mau terselip dalam ragaku

Terima kasih sudah mau menjadi teman bicaraku


Kamu tahu tentang hari ini? 

Ada cerita apa yang bisa terdengar? Ada kisah apa yang sudah terukir?

Maaf saat ini aku sedang buta, tuli bahkan bisu

Dan jangan heran bila melihatku diam-diam tertawa,  diam-diam marah dan diam-diam berlinang air mata


Karena saat inilah episode dimulai

Ketika bulan sabit menyaksikan 

Larik-larik harap menembus malam

Mengetuk pintu langit yang tak terkunci



Malam Minggu,  2021



TENTANG CERITA SEDERHANA

 

Selamat malam gelap

Apa yang akan kau ceritakan padaku hari ini

Tentang kata-kata yang seperti daun terbang dan jatuh ke bumi

Atau tentang roda-roda yang meninggalkan jejak di atas aspal? 


Bila tidak ada yang akan kau sampaikan, biarkan aku yang bercerita,  hanya cerita sederhana

Yang akan membuat isi kepalamu membeku 

Atau darahmu takbisa mengalir dalam pembuluh darah


Aku akan terus melantunkan kalimat-kalimat yang mungkin bisa membuat telingamu peka

Atau matamu berkunang-kunang

Lalu aku akan tertawa tertahan sambil memegangi perut yang mulai kram


Kita tidak sedang di dalam lubang 

Tapi mengapa takbisa keluar untuk bernafas lega

Kaki kita tidak sedang dirantai,  tapi mengapa takmampu bergerak

Sepertinya ada yang mengisolasi pikiran kita


Tiup saja serulingmu

Aku akan menikmati dan mbayangkan seolah dirimu adalah Khrisna si penggembala

Lantunkan irama puji-pujian yang akan membawa penduduk semesta sedikit membuka mata, dan berkata, "Ini bukan sekedar cerita kayangan."


Kamu mulai berpindah tempat duduk

Kali ini kau pilih duduk di atas batu besar 

Dengan mimik yang lucu serta konyol,  kau mulai bersuara lantang

Rupanya latihan berpidato


Kau memaksaku naik ke atas batu,  aku menolak 

Kupikir rumput ini masih tebal dan mampu membuat pantatku nyaman

Nerdua kita terbahak saling mentertawakan


Tina-tiba seorang anak lelaki berjalan menghampiri kita

Dia menatap tajam dirimu lalu bergantian padaku 

Tak ada suara yang keluar dalam hitungan menit, alu mulai merasa ada yang aneh


Dengan suara yang pelan dia berkata, "Aku datang membawa cerita. Tentang awan putih yang  indah di langit, tentang tunas yang mulai tumbuh,  tentang seorang ayah yang mencari nafkah,  tentang ibu yang bekerja mengurus rumah, dua puluh empat jam. Tentang hiruk pikuk pasar dan menjelma sunyi, tentang gedung-gedung sekolah yang meratap padih. Mana yang kau inginkan?"


Aku dan kamu hanya terdiam lalu saling memandang 

Taktahu cerita apa yang harus kupilih, karena kami sendiri adalah kisah yang belum usai dalam



Minggu, Juli 2021







Mau donasi lewat mana?

Paypal
Bank BNI - An.warkasa / Rek - 0223432494
Traktir creator minum kopi dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas

4 komentar untuk "Nyanyian Waktu"