Merdeka dalam Merdeka
Makna Merdeka Hakiki: Bukan Sekadar Bebas, Tapi Berdaulat Atas Diri Sendiri
Oleh: Redaksi Warkasa | 17 Agustus 2021
Jakarta - Merdeka menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai kondisi bebas, berdiri sendiri, tidak terkena tuntutan, dan leluasa. Dalam konteks global, istilah ini berkelindan dengan kata Independent, yang menekankan pada kemandirian sebuah entitas atau individu.
Namun, jika kita bedah lebih dalam, merdeka sejatinya berarti lepas dari ketergantungan, rasa tertekan, hingga segala sesuatu yang menyebabkan luka—baik secara jasmani maupun rohani.
Filosofi 'Merdeka Jinjit'
Masyarakat Jawa mengenal istilah hiperbola yang unik: "merdeka jinjit". Sebuah ekspresi saat seseorang benar-benar lepas dari belenggu masalah atau penderitaan yang menghimpit. Ini menunjukkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar konsep di atas kertas, melainkan pengalaman batin yang nyata.
Sayangnya, di era modern ini, kemerdekaan seringkali masih terasa "remang-remang". Seseorang sulit dikatakan merdeka jika hidupnya masih dibayangi kecemasan atau berada di bawah kendali penuh pihak lain yang merugikan. Kemerdekaan harusnya bersifat hakiki dan mutlak, tanpa ada "tapi".
Kemerdekaan dalam Ruang Lingkup Personal
Kemerdekaan tidak hanya milik sebuah negara yang lepas dari cengkraman tirani atau kolonialisme. Secara personal, Anda disebut merdeka ketika mampu menikmati usia dengan kebahagiaan dan memiliki kedaulatan untuk mengatasi masalah sendiri.
"Merdeka itu bebas, namun bukan berarti 'bablas'. Kebebasan tetap harus berpijak pada norma dan nilai-nilai yang berlaku."
Menariknya, merdeka juga bisa ditemukan dalam hal-hal sederhana. Menikmati waktu bermain seharian tanpa beban atau merasa menang karena berhasil mengatur waktu sendiri adalah bentuk kemerdekaan kecil yang patut dirayakan.
Di masa kini, kita semua mendambakan kemerdekaan dalam nuansa positif—sebuah kondisi nyaman yang diciptakan tanpa rasa sakit. Pertanyaannya sekarang, sudahkah kita benar-benar merdeka hari ini?
.jpg)