Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Misteri Kebaya Merah Muda (Bagian Enam)

 


Misteri  Kebaya Merah Muda


Kisah ini bercerita tentang sesosok gadis cantik yang bernama Dara, pada awal mulanya, kehidupan gadis cantik berkulit Kuning Langsat yang memiliki bentuk tubuh tinggi semampai ini normal dan biasa-biasa saja, sampai Ia menemukan kantung plastik berwarna hitam yang di dalamnya terdapat kebaya merah muda, penasaran dengan kisah selanjutnya? Silah baca sampai tuntas cerita misteri yang akan tayang secara bersambung ini hanya di rumahfiksi.com, secangkirkopibersama.com dan warkasa1919.com.

 



Misteri  Kebaya Merah Muda

(Bagian Enam)

 

**

 

<<Sebelumnya



***
Mulut Ira ternganga, gadis cantik berkacamata itu seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari dalam mulut Dara.

Seandainya dia tidak benar-benar mengenal Dara, mungkin dia akan mengira bahwa sahabatnya itu saat ini tengah berhalusinasi, tapi Ira percaya bahwa gadis pendiam yang suka dengan hal-hal yang berbau misteri itu tidak sedang berbohong saat ini, Ira bisa melihat bahwa kedua bola mata sahabatnya itu tidak sedang membohongi dirinya dengan cerita fiksi yang dibumbui dengan kisah misteri.


Sambil membawa kantung plastik berwarna hitam yang di dalamnya terdapat kebaya merah muda, Dara di temani Ira melaporkan temuannya itu ke Polsek setempat.

Petugas yang menerima kantung plastik berwarna hitam itu berjanji akan menindak lanjuti laporan yang mereka terima dari Dara dan Ira.


***
Masyakat kota tempat dimana Dara dan Ira tinggal gempar, berita penemuan mayat seorang wanita yang ditemukan dalam keadaan termutilasi menjadi berita utama di berbagai media cetak dan televisi.

Setelah pihak kepolisian melakukan otopsi terhadap jenazah yang ditemukan dalam keadaan terpisah-pisah bagian tubuhnya.

Berdasarkan otopsi pihak RS dan olah TKP yang dilakukan oleh pihak kepolisian, diketahui pemilik dari kebaya merah muda itu bernama Zahra,

Orangtua Zahra histeris begitu mengetahui bahwa anak gadisnya yang baru saja di nikahi oleh seorang oknum Aparat keamanan itu diketemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Hasil otopsi menemukan bahwa sebelum meninggal dunia, Zahra ternyata telah mengalami penyiksaan yang luar biasa sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, di sekujur tubuhnya terdapat luka-luka bekas pukulan yang sampai membuat retak beberapa tulang tengkoraknya, selain itu terdapat sayatan benda tajam pada organ intimnya yang sudah dalam keadaan rusak parah.

Setelah penemuan mayat Zahra, Polisi bergerak cepat, mereka berhasil menangkap pelaku kejahatan yang ternyata adalah seorang oknum aparat keamanan.

Berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, diketahui bahwa Zahra ini adalah korban dari oknum aparat yang ke-10. 

Berdasarkan pengakuan tersangka pelaku pembunuhan dan hasil test kejiwaan, diketahui pelaku kejahatan ini memiliki kelainan seksual, dimana dia baru bisa mencapai puncak orgasme setelah melihat lawan mainnya dalam keadaan sekarat.

Pihak kepolisian dan para orangtua korban mengucapkan terimakasih kepada Dara dan Ira, sebab berawal dari laporan mereka berdua, akhirnya kasus pembunuhan berantai yang selama ini  tertutup rapi itu bisa terkuak dan diketahui siapa pelakunya.

Petugas yang menangani kasus pembunuhan berantai ini bergerak cepat, setelah berhasil menangkap pelaku kejahatan, atas desakan dari masyarakat luas, akhirnya pelaku kejahatan ini di tuntut hukuman mati di persidangan.


****
Setelah diketemukan, jenazah Zahra di kebumikan di TPU tempat kedua orangtuanya berada. 

Walaupun tidak mengenal Zahra ketika masa hidupnya, Dara yang merasakan kedekatan emosional dengan Zahra setelah beberapa kali kejadian aneh yang menimpanya, memutuskan untuk ikut melayat ke kuburannya.

Dibawah pohon Kamboja, diantara para pelayat, Dara masih menitikan air mata, saat mengingat penderitaan Zahra sebelum meninggal dunia.

Setelah para pelayat meninggalkan tempat pemakaman umum (TPU), Dara mendekati pemakaman yang tanahnya masih baru digali itu, sambil menabur bunga, tak lupa dia mengirimkan doa untuk nama yang tertera di dalam batu nisan.

Setelah puas menumpahkan rasa kesedihannya, Dara bergegas meninggalkan pemakaman, menuju ke tempat Ira dan keluarga Zahra yang sedang menantinya di luar areal pemakaman.

Di bawah hembusan angin yang menggugurkan dedaunan, di bawah bunga Kamboja, terlihat sesosok wanita cantik yang mengenakan kebaya merah muda tersenyum manis melihat ke arah Dara yang terus berjalan pelan meninggalkan areal pemakaman.


Selesai


Catatan : Di buat oleh, Warkasa1919 dan Rumahfiksi1919 Jika ada kesamaan Foto, nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan
































 Admin

© Warkasa1919.com, All rights reserved.

8 komentar untuk "Misteri Kebaya Merah Muda (Bagian Enam)"

  1. Wah udah tamat๐Ÿ˜€ seru ceritanya ☺️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sukurlah penjahat itu sudah ditangkap dan semoga Dara bisa tenang di sisi-Nya..

      Hapus
  2. Menikmati kisah menarik hingga akhir, minus seri 4 di KSB yang belum bisa dijangkau.

    Terima kasih.
    Hormat saya.

    BalasHapus