Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Dunia Lain

 Warkasa1919

 

 

DI SUATU TEMPAT. Di Dunia Lain, aku menemukan suatu kenyataan yang sungguh membuatku harus bertanya pada diriku sendiri. "Benarkah aku ini manusia yang sesungguhnya? Bukan Binatang yang menyerupai Manusia atau bahkan Setan yang berwujud Manusia? "

Seperti menurut seorang ibu tua berkerudung putih yang ku jumpai di salah satu sudut jalanan kota itu.

Menurut nya tidaklah mungkin akan terjadi pertengkaran ataupun perselisihan di antara dua anak manusia.

"Jikapun engkau melihat ada dua anak manusia yang saat itu sedang bertengkar dihadapanmu, maka bisa dipastikan bahwa salah satu diantaranya adalah setan ataupun binatang yang berwujud manusia."

 

****

APA YANG AKAN KUCERITAKAN INI HANYALAH SEKELUMIT KISAH DARI DUNIA LAIN. Dunia yang tidak tampak dengan mata biasa, tidak juga dengan pandangan mata batin. Ia hanya bisa terbuka oleh rasa. Tatkala  pintu ke Dunia ini sudah terbuka, maka mata biasa dan mata batin akan terkesima, karena akhirnya bisa "melihat" sesuatu yang biasanya terlihat begitu samar itu menjadi nyata.

Dunia lain yang kuceritakan dalam kisah ini adalah suatu tempat yang benar - benar ada, Ia di bangun dari pemahaman yang utuh terhadap diri sendiri, menembus dimensi ruang dan waktu. Dunia lain yang akan kuceritakan ini ada disini, tidak jauh dari kehidupan kita di dunia. Dunia yang akan kuceritakan ini adalah suatu tempat yang menjadi berkumpulnya kehidupan material, kehidupan spiritual, juga dimana kehidupan spiritual sedang menyatu dengan kehidupan material.

Sesuatu yang biasanya terlihat samar menjadi begitu nyata ini kuberi nama Dunia lain, Ini hanyalah sebuah nama, ia bukan milik perorangan, kelompok, atau negara tertentu. Ia milik bersama, milik semua agama, tak penting dari Bahasa mana ia diambil. 

Satu - satunya jalan menuju ke Dunia lain ini adalah dengan cara memahaminya secara utuh, siapa sesungguhnya diri ini, kenapa ada di tempat ini dan untuk apa sesungguhnya Tuhan menciptakan Dunia ini. 

Mengajak kalian semua untuk melihat dunia ini dari sudut yang berbeda, mungkin itu hanyalah salah satu caraku untuk "meminjamkan penglihatan dan pendengaranku" pada kalian semua agar kalian mampu memasuki dunia yang akan kuceritakan di dalam cerita ini.

Sekarang lihatlah diri dan semua yang ada di sekitar kita dengan rasa, agar kalian bisa melihat dan yakin bahwa "mereka" itu sesungguhnya benar - benar ada. 


****

HUJAN LEBAT disertai angin kencang, serta kilatan cahaya petir di langit sore itu, membuatku memutuskan untuk berhenti dan berteduh sejenak di salah satu warung di sudut Kota ini. Setelah mengucapkan salam dan masuk kedalam warung, segera kupesan segelas kopi susu pada seorang ibu tua berkerudung putih yang menghampiriku, Ia memperkenalkan dirinya sebagai pemilik warung ini.

Sambil menyalakan api rokok, mataku menatap kesekeliling warung, walau sederhana, bangunan warung yang semuanya terbuat dari kayu itu terlihat begitu bersih. Meja kursi semuanya tertata dengan rapi.

 

"Anak mau kemana?" tanya si ibu sambil meletakan segelas kopi dihadapanku.

"Mau kesana bu..," jawabku sepontan sambil menunjuk ke arah kota yang hendak ku tuju.

 "Oo.., ke kota itu? Ibu dulu tinggal disana, tapi semenjak pergantian pemimpin yang baru,  Ibu memutuskan untuk pergi meninggalkan kota itu."

"Kenapa?" tanyaku penasaran dengan penjelasan Wanita berkerudung putih ini.

"Panjang ceritanya nak." jawab si ibu sambil menatap photo di pojok warung, matanya menerawang jauh, seolah kembali ingat masa lalunya.

 

Sruupp...

Ku teguk perlahan kopi susu yang di suguhkan ibu tadi. Ku tatap pas photo yang di lihat ibu tua ini barusan, kulihat photo seorang anak kecil, sedang di pangku oleh seorang wanita muda.

Jujur saja aku belum pernah menjumpai wanita secantik ini sebelumnya, kuperhatikan wanita di dalam photo itu, begitu mirip sekali dengan ibu tua disampingku ini.

Sebelum kutanya,  apakah itu photo anak nya, seolah tau apa yang ada di dalam pikiranku, ibu ini kembali berkata sambil menatap kedua mataku.

 

"Seandainya waktu itu dia ikut ibu kemari, mungkin saat ini usianya sama dengan mu..,"

 

KU TATAP SERAUT WAJAH keibuan disampingku ini, seraut wajah yang masih menyimpan sisa- sisa kecantikan masa mudanya dulu.  kudapati sepasang mata sendu, ada kesedihan yang begitu mendalam di situ.

Tidak sanggup menatap kedua bola matanya terlalu lama, kualihkan pandangan mataku ke sebuah cermin besar yang terletak di sebelah pas photo tadi.

 

 

Setelah berulang kali menarik nafas panjang, seolah sedang meletakan  beban berat yang sedari tadi di pikulnya, Ibu tua yang mengenakan kerudung putih dan kuperkirakan berusia sekitar 63 tahun ini mulai bercerita.


"Setelah berhasil menguasai Dunia lain pada pertempuran antara golongan Manusia melawan golongan Setan yang kala itu di bantu oleh golongan Binatang,  saat ini semua hukum dan peraturan milik golongan Manusia di kota itu telah  mereka ganti dengan hukum rimba.

Anak ibu dan beberapa orang yang pada waktu itu tidak sempat meninggalkan kota, saat ini tengah tertidur pulas, akibat candu dan obat tidur yang selalu diberikan secara rutin oleh Penguasa negeri  itu. Penguasa negeri itu saat ini di pegang oleh golongan Setan.

Para utusan sudah beberapa kali di utus ke kota itu, mencoba bangunkan Anak--anak manusia dari tidur panjangnya, coba ingatkan pada mereka semua, bahwa sesungguhnya Setan dan sekutunya adalah musuh yang paling nyata bagi anak manusia.

Seiring waktu yang berjalan, setelah para utusan itu pergi, beberapa anak manusia yang coba menyampaikan pesan dari para utusan itu tertangkap, pesan yang berhasil mereka ambil dari tangan anak manusia yang sudah terjaga dari tidur panjangnya itu mereka ganti, ada yang di tambah atau pun di kurangi, tujuan adalah agar kelak anak - anak manusia di dunia ini tidak lagi ada yang mampu mengenali keberadaan mereka di Dunia."

 

****

DI ANTARA KERAMAIAN KOTA, pikiran ku melayang jauh, teringat semua cerita ibu tua berkerudung putih yang kujumpai di Warung Kopi. 

Kata orang; penggolongan manusia yang paling umum adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Anak laki -- laki muda di kenal sebagai putra dan laki -- laki dewasa sebagai pria.  Anak perempuan muda di kenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.

Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai janin, bayi, balita, anak -- anak, remaja, akil balik, pemuda/I, dewasa, dan (orang)tua.

 

Apa benar semua yang diceritakan ibu tua itu padaku? Menurutnya, jika digolongkan berdasarkan sifat dan tingkah lakunya, mungkin kita akan sampai pada penggolongan yang berikutnya. Bahwa seseorang yang berdasarkan ciri fisik dan penampilannya seperti Manusia pada umumnya, belum tentu bahwa seseorang itu benar -- benar Manusia yang seutuhnya. Seperti pengertian manusiawi yang kita ketahui selama ini.

"Ketika ada seorang anak bayi yang baru dilahirkan ke Dunia ini, kelak sifat  yang paling dominan di dalam dirinya itulah yang akan menentukan jenis kelamin dan juga golongan-nya.

Jika di dalam dirinya sifat laki -- laki  lebih dominan dari pada sifat perempuannya, maka ia akan menjadi  lelaki seutuhnya, begitupun sebaliknya. Lalu jika di golongkan berdasarkan nalurinya, maka kita akan menemukan beberapa golongan yang mewakili beberapa mahluk ciptaan Tuhan di dalam diri atau tubuh seorang anak manusia.

Jika naluri atau sifat Hewan yang ada di dalam dirinya itu lebih kuat dari pada sifat Setan dan Manusia, maka ia akan masuk kedalam golongan Binatang. Begitupun jika naluri atau sifat Setan nya kelak lebih kuat  jika dibandingkan dengan sifat Hewan atau Manusia nya, maka ia akan masuk dalam golongan Setan dan jika sifat ke-manusia-an nya lebih kuat dari kedua sifat diatas, makan dia akan masuk kedalam golongan Manusia yang sesungguhnya.

Walaupun mereka semuanya memiliki bentuk dan tubuh yang sangat menyerupai manusia pada umumnya, namun kelak mereka akan membentuk kelompok masing --masing, mereka hanya akan merasa cocok dan hidup besama dengan golongannya, biasanya mereka akan saling melindungi golongannya tersebut dari ancaman golongan lain.

Golongan Setan dan Binatang seringkali berusaha untuk menutupi jati diri mereka yang sesungguhnya di dunia, mereka selalu menggambarkan bahwa wujud Setan itu sangat menyeramkan. memiliki tanduk di kepala, serta memiliki gigi taring yang tajam - tajam, padahal pembunuhan, pemerkosaan serta perbudakan yang sering terjadi di Dunia ini adalah salah satu bukti, bahwa wujud Setan sesungguhnya tidaklah seperti yang mereka gambarkan selama ini.

Karena tidaklah mungkin akan terjadi pertengkaran ataupun perselisihan di antara dua anak manusia, jikapun engkau melihat ada dua anak manusia yang saat itu sedang bertengkar dihadapanmu, maka bisa dipastikan bahwa salah satu diantaranya adalah setan atau pun binatang yang berwujud manusia.

 

Aku terdiam, masih seperti tidak percaya dengan semua ucapan yang pernah kudengar keluar dari bibir wanita berkerudung putih itu. 

Di negeri antah berantah, disuatu tempat yang aku menyebutnya sebagai Dunia lain, aku menemukan suatu kenyataan yang sungguh membuatku harus bertanya pada diriku sendiri. Benarkah aku ini Manusia yang sesungguhnya? Bukan Binatang yang menyerupai Manusia atau bahkan Setan yang berwujud Manusia.

"Terima kasih untuk kopi dan semua ceritanya Bu, selamat jalan dan semoga Tuhan memberkatimu dimanapun engkau berada." kataku pelan sambil menatap ke arah punggung wanita tua berkerudung putih yang barusan kulihat sempat melintas di hadapanku, tersenyum sesaat ke arahku lalu menghilang diantara keramaian kota.

 


Entahlah. Dunia ini begitu misterius, sama misteriusnya dengan kehidupan itu sendiri. Terlalu luas untuk di telaah, terlalu sulit untuk di mengerti, tidak mudah untuk di ketahui dan di pahami secara utuh, walaupun kata orang hidup adalah kesulitan yang harus diatasi. Rahasia yang harus di gali. Tragedi yang harus di alami. Kegembiraan yang harus di bagi. Cinta yang harus di nikmati dan tugas yang harus dilaksanakan. Tapi kehidupan itu sendiri, di pahami atau tidak, ia akan tetap berjalan sebagaimana waktu yang terus berjalan.

 

 Kembali

© Warkasa1919.com, All rights reserved.