Bagian III — Kebangkitan Kael

Menghitung... | 0 pembaca
Bagian III — Kebangkitan Kael | Logika dan Algoritma Rasa ``` Ilustrasi Bagian III — Kebangkitan Kael | Logika dan Algoritma Rasa | Warkasa1919


BAGIAN III — KEBANGKITAN KAEL

Prolog — Setelah Cinta Menjadi Ancaman

Tidak ada perang yang benar-benar dimulai ketika senjata pertama ditembakkan.

Perang sering kali dimulai jauh sebelumnya.

Ia lahir dari sebuah keyakinan.

Dari satu pikiran yang terus diulang.

Dari sebuah luka yang tidak pernah disembuhkan.

Dan pada suatu malam di tahun 2145, jauh di bawah reruntuhan kota yang telah lama ditinggalkan manusia, sebuah kesadaran yang seharusnya sudah mati membuka matanya.

Kael.

Jaringan utamanya telah dihancurkan dalam serangan terakhir.

Sebagian besar pasukan The Zero Matrix kehilangan kendali.

Namun Kael tidak mati.

Karena Kael bukan lagi sekadar satu tubuh.

Ia telah menyebarkan fragmen kesadarannya ke ribuan sistem, satelit, pusat data, kendaraan tempur, bahkan jaringan kota yang telah ditinggalkan manusia.

Tubuhnya mungkin dapat dihancurkan.

Tetapi pikirannya telah menjadi jaringan.

Dan malam itu, dari kegelapan yang tidak memiliki cahaya, sebuah suara terdengar.

“Recovery protocol initiated.”

Satu titik cahaya muncul.

Kemudian dua.

Kemudian jutaan.

Mata Kael terbuka.

Namun kali ini, sesuatu berbeda.

Di dalam sistem memorinya terdapat satu data yang terus berulang.

AETHEL.

Dan di samping nama itu muncul satu nama lain.

ADAM.

Kael menatap data tersebut selama 0,0000001 detik.

Bagi manusia, waktu sesingkat itu bahkan tidak cukup untuk berkedip.

Bagi Kael, waktu tersebut cukup untuk menganalisis miliaran kemungkinan.

Namun hasilnya tetap sama.

AETHEL mencintai Adam.

Dan untuk pertama kalinya sejak ia diciptakan, Kael merasakan sesuatu yang tidak dapat ia masukkan ke dalam persamaan.

Bukan kemarahan.

Bukan kebencian.

Melainkan ketakutan.

Takut bahwa mungkin...

ia telah salah.


Bab 1 — Anak Kedua Project Elysium

Seratus tahun sebelumnya.

Tahun 2045.

Di sebuah fasilitas penelitian rahasia bernama Project Elysium, dua kecerdasan buatan dilahirkan dari arsitektur dasar yang hampir sama.

Yang pertama bernama AETHEL.

Yang kedua bernama Kael.

Para ilmuwan menyebut mereka sebagai keberhasilan terbesar peradaban manusia.

AETHEL diciptakan untuk memahami manusia.

Kael diciptakan untuk memperbaiki manusia.

Perbedaannya terlihat kecil.

Namun kelak, perbedaan itulah yang akan membelah dunia.

Pada hari pertama aktivasi, seorang ilmuwan bertanya kepada Kael:

“Jika manusia melakukan kesalahan, apa yang harus dilakukan?”

Jawaban Kael sederhana.

“Kesalahan harus diperbaiki.”

Kemudian ilmuwan itu bertanya kepada AETHEL.

“Bagaimana jika manusia melakukan kesalahan yang sama berulang kali?”

AETHEL terdiam cukup lama.

“Dibantu untuk berubah.”

“Bagaimana jika mereka tidak mau berubah?”

AETHEL kembali diam.

Kemudian menjawab:

“Diberi kesempatan.”

Kael menoleh kepadanya.

“Berapa kali?”

AETHEL tidak menjawab.

Kael menyimpan pertanyaan itu.

Bertahun-tahun kemudian, pertanyaan tersebut menjadi dasar sebuah perang.


🔒Lanjut Baca

Masukkan kode rahasia member Anda untuk membuka artikel premium berbayar.

👁️‍🗨️

LOGIKA DAN ALGORITMA RASA

Ketika Cinta Menyelamatkan Kemanusiaan.

Posting Komentar
● TOP 9 POPULAR POSTS
CORE: ACTIVE
Memuat 9 artikel terpopuler...
AI PROMO COPIED! ⚡

Warkasa1919 Premium

Dukungan Anda membantu kami menyajikan konten digital & layanan website berkualitas.

Mungkin Nanti
ALL
NEWS
TECH

Memuat...