Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Strategi Pengembangan Mental Anak di Sekolah

by: Gamang Safitri 


Strategi Pengembangan Mental Anak  di Sekolah

Foto oleh Ryutaro Tsukata dari Pexels


Kesehatan mental merupakan suatu keadaan dimana secara psikologis seseorang mampu untuk menciptakan penyesuai diri terhadap masalah-masalah yang dihadapi. Kesehatan mental yang baik pada dalam diri seseorang menunjukan pada bekerjanya secara optimal fungsi-fungsi
  mental dalam dirinya. Seperti mampu melakuakn aktifitas yang produktif, mampu menjalin hubungan interpersonal yang efesien dan efektif dengan orang  lain, mampu menyesuaikan diri dengan perubahan hidup baik dalam skala kecil maupun besar serta mampu menerima kegagalan-kegagalan yang dialami untuk bangkit dan bersemangat kembali.

Apabila kesehatan mental anak di sekolah tidak di bina dengan baik atau terjadinya ketidaksehatan mental pada anak, maka ini  akan mengakibatkan anak menjadi  mengalami kecemasan menghadapi ujian, frustasi terkait dengan pelajaran yang sulit dipahami, depresi diakibatkan oleh kegagalan dalam mencapai standar nilai yang ditentukan oleh sekolah. Secara tidak segaja fenomena kesehatan mental dapat menghalangi tujuan-tujuan pendidikan dan proses pembelajaran di sekolah. Hal ini tentunya sangat berbahaya jika tidak diatasi. Beberapa strategi sederhana yang dapat di aplikasikan  oleh orangtua dan pendidik adalah sebagai beriku.

Pertama memastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang teratur dan cukup. Hal ini berkaitan dengan pengaturan jadwal  kegiatan anak yang harus memberikan waktu istirahat yang teratur dan cukup serta pengaturan kegiatan yang disusuan secara ergonomis.

Kedua yaitu asuapan makanan dan minumana pada anak harus berkualiatas,dengan cara  sekolah melakukan pengelolaan yang baik terhadap kantin sekolah  misalnya kantin tidak diperbolehkan menjual makanan siap saji serta mengontrol semua jenis makanan untuk meminimalisir  makanan yang mengandung bahan berbahaya yang ada di kantin sekolah. Untuk orang tua memastikan anak untuk sarapan yang bergizi sebelum anak berangkat ke sekolah.

Ketiga adalah aktivitas fisik yang cukup untuk anak, zaman sekarang kita dipermudah oleh teknologi sehingga membuat orang malas untuk bergerak. Padahal kita sangat baham akrtivitas fisik yang baik dan tertaur sangat penting untuk kesehatan.  Bagi guru membuat anak melakukan aktivitas fisik setiap hari cukup mudah seperti memerapkan kegiatan 10 menit membersihkan lingkungan sekolah sebelum jam pelajatan dimulai, hal ini selain untuk membuat anak bergerak juga dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Sedangkan orang tua bisa melakukanya dengan cara mengajak anak olahraga bersama setiap hari libur atau kegiatan berkebun di lingkungan rumah.

Keempat memberikan ruang kepada anak untuk selalu rilek dan senang (fun). Sekolah dapat menerapakan metode pembelajaran yang mengasikan misalnya dengan memutar film edukatif yang memiliki unsur hiburan, pihak sekolah bisa memperdengarkan  putaran musik pada waktu luang di sekolah dan menyediakan tempat  membaca buku ringan untuk anak. Sebuah penelitian yang dilakaukan oleh Riddick dan Stewart (1994) menyatakan bahwa orang berkulit putih yang memanfaatkan waktu kegaiatan yang menghibur memiliki kesehatan mental yang baik dari pada yang tidak.

Daftar Pustaka:

Hanurawan, F., 2012. Strategi pengembangan kesehatan mental di lingkungan sekolah. Jurnal Bimbingan dan Konseling14(2), p.93.  

 

 


 Kontibutor

© Warkasa1919.com, All rights reserved.

4 komentar untuk "Strategi Pengembangan Mental Anak di Sekolah"