Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Cara Budidaya Tanaman Kelapa Sawit Hingga Panen

Cara Budidaya Tanaman Kelapa Sawit Hingga Panen
Foto : Pekerja sedang memuat buah sawit ke dalam Mobil Truck_1919


Indonesia diketahui merupakan negara penghasil CPO terbesar di dunia. Sebagai masyarakat yang tinggal di negeri penghasil CPO terbesar di dunia, maka sudah selayaknya kita memahami apa itu tanaman kelapa sawit dan bagaimana cara membudidayakannya hingga panen agar memperoleh hasil yang baik. Simak hingga tuntas, tentang cara Budidaya tanaman kelapa sawit yang warkasa1919.com kumpulkan dari berbagai sumber ini. 

Sudah bukan rahasia umum lagi, bahwa tanaman kelapa sawit saat ini memang menjadi primadona usaha yang paling diminati, khususnya oleh para pelaku usaha di sektor perkebunan. 

Indonesia sebagai salah satu negara penghasil minyak sawit  terbesar di dunia, saat ini melihat bahwa potensi yang ada harus terus dikembangkan, sehingga berupaya mendorong Stake holder dan petani kelapa sawit agar terus berusaha untuk melakukan perbaikan. 

Salah satu cara perbaikan yang digagas oleh para pihak itu adalah dengan dimulai dari memberi pemahan agar para pelaku bisnis inj lebih mengetahui cara budidaya kelapa sawit seperti yang sudah dianjurkan. 

Berikut ini adalah cara budidaya yang memenuhi syarat tumbuh kelapa sawit.

 

Cara Budidaya yang Memenuhi Syarat Tumbuh Kelapa Sawit.

Cara Budidaya Tanaman Kelapa Sawit Hingga Panen
Foto : Perkebunan kelapa sawit_1919


1. Syarat Tumbuh Kelapa Sawit

Cara budidaya kelapa sawit yang utama yaitu dengan memenuhi syarat tumbuh kelapa sawit. Dengan memenuhi syarat tumbuh kelapa sawit, maka dapat dipastikan pertumbuhan dan produksi kelapa sawit menjadi lebih optimal

Syarat tumbuh kelapa sawit yaitu lahan yang memiliki iklim dan jenis tanah yang sesuai. Yaitu lahan budidaya kelapa sawit yang seperti berikut :

- Memiliki pH tanah 4,0-6,5

- Subur

- Gembur

- Memiliki curah hujan 2500 – 3000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun

- Suhu 25°-27°C dengan lama penyinaran 5 – 7 jam/hari.

Maka jika dapat memenuhi syarat tumbuh kelapa sawit, dapat dipastikan hasil yang diraih akan menjadi lebih optimal.


2. Gunakan Bibit Sawit Unggul

 

Budidaya Tanaman Kelapa Sawit
Foto : Bibit Sawit yang unggul_1919

Setelah memenuhi syarat tumbuh kelapa sawit, maka langkah selanjutnya adalah menggunakan bibit sawit unggul. Para pelaku usaha ini bisa memperoleh bibit sawit melalui lembaga pemerintah ataupun dengan membeli langsung melalui toko bibit pertanian terdekat.

Untuk memastikan bibit yang berkualitas, pastikan bibit yang dibeli memiliki ciri-ciri bibit sawit unggul seperti berikut ini:


A. Tunas Berwarna Putih

Hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih bibit sawit adalah mata tunas sawit. Biasanya bibit sawit unggul akan memiliki mata tunas yang normal dan berwarna putih bersih.

Jika bibit sawit bewarna kecoklatan atau bahkan kehitaman, sebaiknya jangan membeli bibit sawit tersebut, sebab itu adalah salah satu ciri bahwa bibit sawit tersebut bukanlah termasuk bibit sawit yang unggul.


B. Daun Melebar

Biasanya bibit sawit unggul akan memiliki anak daun yang melebar dan tidak kusut. Jadi jika bibit sawit tersebut memiliki anak daun yang menggulung maka itu bisa dipastikan bahwa bibit sawit tersebut bukan berasal dari bibit sawit unggul. 


C. Tempurung Berwarna Hitam

Pada umumnya bibit sawit yang unggul akan memiliki tempurung yang berwarna hitam gelap. Selain itu, tempurung pada bibit sawit unggul tidak akan mengalami keretakan atau kerusakan.


D. Kondisi Akar

Jangan salah pilih. Biasanya akar pada bibit sawit unggul justru tidak terlalu panjang, yaitu memiliki panjang 2 sampai 3cm.

Selain panjang akar, keadaan akar bibit sawit unggul masih terlihat segar, tidak kering. Memiliki warna calon akar yang kekuning-kuningan mendekati hijau.


E. Kondisi Batang Bibit Sawit

Lihat kondisi bibit sawit yang akan di beli, jika kondisi batang bibit sawit nya memiliki ukuran yang pendek dan gemuk maka itu sudah positif berasal dari bibit sawit unggul. Karena batang yang pendek dan gemuk akan jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan batang yang tinggi dan kurus.

Pada umumnya, batang bibit sawit yang tinggi dan kurus akan mudah sekali patah sebelum masuk masa pertumbuhan. Selain itu ukuran batang pada bibit sawit unggul yaitu antara 2 sampai 3 meter.

Ciri-ciri bibit sawit unggul diatas pada umumnya bisa digunakan untuk memilih bibit sawit unggul jenis apa saja. Baik jenis sawit tenera, dura, ataupun bibit sawit yang liar.


3. Pola Tanam & Jarak Tanam Kelapa Sawit Yang Tepat

Berkaitan dengan pola tanam kelapa sawit, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, karena akan berkaitan dengan efektifitas penggunaan lahan.Pola tanam segitiga sama sisi merupakan pola tanam yang paling efektif di areal datar, sehingga untuk areal bergelombang/berbukit perlu dilakukan “viol linning” untuk mempertahankan jumlah populasi per-hektarnya dengan tetap memperhatikan tingkat kesuburan tanahnya.

Karena kelapa sawit saat ini banyak ditanam dilahan marginal maka perlu upaya khusus untuk “menyuburkan” tanah kembali.  Penggunaan pembenah tanah hayati GDM Black BOS sangat dianjurkan karena akan mempercepat proses remediasi dan revitalisasi tanah-tanah marginal.

Dosis penggunaan GDM Black Bos yaitu 10 Kg/hektar atau sekitar 75 gram/pokok yang diberikan pada lubang tanam.


4. Waktu Tanam yang Tepat

Sebenarnya tidak ada waktu tanam yang baku untuk bisa dijadikan patokan dalam budidaya kelapa sawit. Jadi waktu tanam yang tepat dalam budidaya kelapa sawit adalah jika umur bibit sawit siap tanam dan lahan budidaya telah tersedia.


5. Pemeliharaan Dalam Budidaya Kelapa Sawit

Setelah ditanam, pohon kelapa sawit juga harus dirawat agar produksi budidaya kelapa sawit menjadi optimal. Ada 3 proses pemeliharaan pada budidaya kelapa sawit, yaitu :

A. Penyulaman dan penjarangan

Apabila terdapat bibit yang memiliki pertumbuhan tidak normal, terkena penyakit atau bahkan mati, maka bibit sawit tersebut harus disulam. Penyulaman bisa dilakukan ketika bibit berumur 10 hingga 14 bulan.


B. Penyiangan

Penyiangan atau membersihkan gulma yang tumbuh disekitar tanaman kelapa sawit. Gulma adalah tanaman pengganggu yang dapat mengambil nutrisi dan makanan pokok tanaman sawit, sehingga tanaman sawit akan tumbuh tidak maksimal jika terlalu banyak gulma nya, maka dari itu, sebaiknya kendalikan gulma secara baik.


C. Pemupukan Kelapa Sawit

Pemupukan pada tanaman kelapa sawit merupakan kegiatan perawatan budidaya kelapa sawit yang bertujuan untuk memberikan makanan pada tanaman sawit. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar agar budidaya kelapa sawit dapat maksimal.

Pemupukan kelapa sawit juga harus dilakukan sesuai umur, dengan menggunakan setengah dari dosis pupuk kimia ditambah pupuk organic cair GDM spesialis tanaman perkebunan.


Berikut Dosis Penggunaan POC GDM Sesuai Umur Budidaya Kelapa Sawit :

Fase Pertumbuhan Dosis Waktu Penggunaan

Pra-Nursery (0-3 bulan). 20 ml:1 L

10 L larutan untuk 100 bibit sawit per aplikasi.

Disiram didalam polybag per 15 hari (6x aplikasi).

Main Nursery (3-12 bulan). 20 ml:1 L

10 L larutan untuk 50 bibit sawit per aplikasi.

Disiram didalam polybag per 1 bulan (9x aplikasi).

Saat Tanam. 20 ml:1 L

2 L larutan per lubang tanam.

Disiram didalam lubang tanam.


TBM (0-4 tahun). 20 ml:1 L

5 L larutan per tanaman.

Disiram didalam piringan/dekat perakaran setiap 2 bulan (24x aplikasi).

TM (lebih dari 4 tahun). 20 ml:1 L

10 L larutan per tanaman.

Disiram didalam piringan/dekat perakaran setiap 3 bulan.


TBM (Tanaman Belum Menghasilkan)

TM (Tanaman Menghasilakan). 


Fungsi Bakteri POC GDM Spesialis Tanaman Perkebunan Untuk Tanaman Kelapa Sawit:

- Mengandung bakteri Bacillus sp dan Psedomonas sp yang menghasilkan antibiotic alami sehingga dapat mencegah berbagai penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit mulai dari pembibitan, TBM maupun TM dan penyakit tular tanah termasuk Ganoderma.

- Meningkatkan pertumbuhan dan produksi kelapa sawit karena menghasilkan zat perangsang tumbuh alami.

- Mampu mengikat N dari alam dan menguraikan P dan K sehingga dapat menghemat penggunaan pupuk kimia.

- Mengurangi defrensiasi bunga jantan dan mengurangi bunga banci.

- Mengurangi asam lemak bebas dan meningkatkan rendemen minyak.


6. Pengendalian Hama Penyakit Kelapa Sawit

Hama dan penyakit merupakan kendala yang dihadapi oleh pelaku budidaya kelapa sawit. Serangan hama dan penyakit dapat membuat kelapa sawit tidak berproduksi secara maksimal, bahkan akan membuat kelapa sawit gagal panen.

Agar hasil budidaya kelapa sawit menjadi maksimal, para pelaku usaha tanaman sawit ini harus segera membasmi dan mengendalikan hama penyakit. Berikut ini adalah hama dan peyankit yang menyerang tanaman kelapa sawit.

Hama Kelapa Sawit


A. Hama Ulat

Banyak sekali jenis hama ulat, namun pada umumnya hama ulat yang menyerang tanaman kelapa sawit adalah: hama ulat kantung dan ulat api. Ulat kantung dan ulat api pada umumnya akan menyerang bagian daun kelapa sawit.

Serangan ulat ini dapat membuat daun berlubang hingga daun habis, bahkan yang tersisa bisa hanya tulang daun saja. Tentu saja hal ini dapat menurunkan produktivitas budidaya kelapa sawit hingga 60%.

Jika jumlat ulat ini mencapai 5 hingga 10 / pelepah, maka sudah harus dikendalikan, karena hal ini sudah bisa dibilang memasuki populasi kritis.


B. Hama Kumbang

Pada umumnya hama kumbang yang menyerang tanaman kelapa sawit adalah Oryctec Rhinoceros. Kumbang ini menjadi hama kelapa saat saat fase larva.

Pada saat fase larva, kumbang ini akan memakan daun muda yang bisa mengakibatkan daun berbentuk seperti segitiga pada saat dewasa. Hama kumbang ini dapat menurunkan produksi tandan buah segar (TBS) hingga 69% ditahun pertama.

Pengendalian hama kumbang dapat dilakukan dengan cara menggunakan feromon sebagai penarik serangga. Kemudian saat kumbang sudah terkumpul, maka dapat dibunuh secara langsung.


C. Hama Tikus

Hama tikus yang menyerang budidaya kelapa sawit adalah tikus pohon (Rattus tiomanicus). Tikus akan membuat lubang pada buah yang telah masak.

Pengendalian hama tikus dapat menggunakan musuh alami dari tikus itu sendiri yaitu burung hantu (Tyto alba). Pengendalian musuh alami hama tikus ini merupakan cara yang efektif dan ekonomis di dalam mengendalikan hama tikus.

 

 

Penyakit Kelapa Sawit


A. Penyakit Akar / Busuk Akar

Penyakit akar atau Blast disease disebabkan oleh cendawan / jamur Rizoctonia lamellifera dan Phytium sp. Penyakit ini menyerang sistem perakaran tanaman kelapa sawit yang dapat menyebabkan akar tanaman membusuk.

Jika akar tanaman membusuk, maka fungsi akar tidak akan optimal. Hal ini dapat mengakibatkan tanaman kelapa sawit mengalami pertumbuhan yang tidak normal bahkan lama kelamaan akan mati.

Upaya pencegahan penyakit busuk akar bisa dilakukan dengan melakukan budidaya kelapa baik yang benar. Silahkan baca hingga tuntas artikel ini hingga ke bawah. 

B. Penyakit Busuk Pangkal Batang

Penyakit Busuk pangkal batang atau Ganoderma biasanya disebakan oleh jamur Ganoderma applanatum, Ganoderma lucidu, dan Ganoderma pseudofferum. Penyakit ini menyerang pangkal batang tanaman kelapa sawit yang dapat menyebabkan pembusukan dan lunak.

Penyakit busuk batang dapat menular ketanaman lainnya jika akarnya bersentuhan dengan tanaman yang terinfeksi.

Upaya pencegahan penyakit ini adalah dengan cara membersihkan lahan dari sisa-sia pelapukan kayu.

Itulah cara pengendalian hama dan penyakit pada tanaman sawit, jika tanaman sawit terbebas dari serangan hama dan penyakit, maka dapat dipastikan hasil produksi kelapa sawit akan melimpah.



 

7. Panen Buah Sawit

Cara Budidaya Tanaman Kelapa Sawit Hingga Panen
Foto : Salah seorang pekerja sedang memanen buah sawit_1919


Tahap terakhir dari budidaya kelapa sawit yaitu pemanenan kelapa sawit. Pada umumnya kelapa sawit mulai berbuah setelah umur 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan.

Buah sawit dapat dipanen ketika berumur 31 bulan. Namun tidak semua buah kelapa sawit bisa dipanen secara bersamaan. Jika jika pengelola memanen buah sawit sebelum waktu panen, maka kelapa sawit tidak akan menghasilkan kualitas produk yang baik kedepannya.

Untuk mendapatkan kualitas yang baik, sebaiknya buah sawit dipanen setelah memiliki ciri-ciri seperti berikut ini :

- Terdapat 5 hingga 10 brondolan di piringan

- Buah sawit berubah warna dari kuning menjadi oranye

- Sebanyak 25% hingga 75% buah luar membrondol


Demikian cara budidaya tanaman kelapa sawit hingga panen, semoga bermanfaat. Salam. 


Bahan bacaan : 1, 2














 Admin

6 komentar untuk "Cara Budidaya Tanaman Kelapa Sawit Hingga Panen"

  1. Bibit unggul dan bagus memang sangat menenentukan hasil panen. Di daerah saya ada sebidang sawit yang sudah tinggi. Tapi tak pernah berbuah. Akhir nya dimusnahkan sama pemiliknya. Selamat sore, Mas Warkasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam bu Nur, iya betul, disini juga kebanyakan sawit yang dari awal menanamnya tidak memakai bibit yang bagus akhirnya banyak yang di tumbang dan di tanam ulang. Terima kasih sudah berkenan membacanya. Salam hormat🤝

      Hapus
  2. Saya belum pernah lihat secara langsung tanaman sawit seperti apa, baru dari artikel-artikel mas saja saya tau sawit seperti apa dan berbagai hamanya, terimakasih ulasannya mas 👍🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tanaman sawit banyak tumbuh di daerah Sumatra dan Kalimantan. Terima kasih sudah berkenan membacanya Mbak Din. Salam hangat🤝

      Hapus
  3. Memanen sawit namanya mengegrek. Memotong tandan buah sawit dengan egrek, pisau yang ditaruh di ujung galah panjang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul sekali. Terima kasih sudah berkunjung ke tempat ini. Salam🤝

      Hapus