Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Budaya Sungkan tidak Selamanya Baik


Sungkan
adalah rasa hormat dan menghargai dalam bahasa Jawa, bahasa Indonesianya bisa disebut segan. Arti KBBI, merasa tidak enak hati.

Rasa segan atau sungkan ini kebanyakan akan menjadi penghambat dalam melakukan kebaikan. Butuh keberanian untuk menyingkirkan sedikit rasa sungkan.  Bukan berarti tidak menghargai atau menghormati. 

Misal kita sering mendengar orang meludah sembarangan di depan rumah kita,  menegur adalah hak kita,  lakukan saja dengan  cara yang baik.  Bila dengan cara baik masih belum bisa, mungkin memang harus diteriaki. Karena semua orang tahu meludah di sembarang tempat sebenarnya tidak sopan. 

Batuk dan bersin yang sembarangan juga sebaiknya  ditegur atau diingatkan dengan halus, beri tahu saja kalau bersin dan batuk wajib ditutup.  

Contoh lainnya tentang membuang sampah. Masih banyak yang membuang sampah di jalan, atau di sungai. Sudah diperingatkan disosialisasikan agar tidak membuang sampah ke sungai tapi masih saja ada yang melakukan itu.  Sampai ditulisi dengan kalimat yang tegas dan keras bagi pembuang sampah. 

Akhirnya jalan satu-satunya memberi pagar yang tinggi di setiap jembatan agar tidak ada yang melempar sampah ke sungai. 

Kejadian selain contoh di atas yang menyangkut rasa sungkan atau segan juga banyak. Ada yang masih mempertahankan rasa sungkan atau segan ini untuk menghindari rasa tidak nyaman, mengindari perselisihan dalam berteman atau berinteraksi dengan orang lain. Karena kadang bila diingatkan ada yang tidak berkenan, maka memilih diam dan menerima adalah jalan yang aman.

Namun untuk yang satu ini, mengingatkan pada orang lain agar memakai masker di luar rumah dan ditempat umum sebaiknya rasa segan atau sungkan dihindari, tapi cara mengingatkannya harus yang beretika,  tidak perlu ngegas agar tidak memicu rasa dongkol pada orang yang diingatkan. Bila sudah mengingatkan dengan halus tapi dijawab dengan sengak sebaiknya takusah dihiraukan dan berlalu saja dari hadapannya.

Mengingatkan untuk kebaikan memang tidak harus meninggalkan rasa sungkan atau segan asal tetap sopan.  Karena sungkan yang ini bukan sungguh-sungguh mengharapkan ya.


Salam 



Selasa,  13 Juli 2021

Sumber gambar dokpri

 Kontibutor

© Warkasa1919.com, All rights reserved.

Mau donasi lewat mana?

Paypal
Bank BNI - An.warkasa / Rek - 0223432494
Traktir creator minum kopi dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas

3 komentar untuk "Budaya Sungkan tidak Selamanya Baik"

  1. Demi kebaikan ya mba jangan sungkan

    BalasHapus
  2. Kadang kita sering berhadapan dengan orang yang merasa benar sendiri. Ditegor malah marah. Ulasan yang bermanfaat. Selamat malam, ananda Swarna terima kasih

    BalasHapus