Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Sosial Media Penyebab Insomnia


Foto oleh RF._.studio dari Pexels
 Foto oleh RF._.studio dari Pexels


Bermain Sosial media merupakan cara baru bagi setiap orang untuk melepas kepenatan dari rutinitas yang dilakukan setiap harinya. Banyak hal yang bisa dilakukan mulai  mengakses informasi penting seperti berita ter up date sampai berkomunikasi dengan kerabat dan keluarga jauh.

Bermain social media tidak hanya bisa lakukan oleh orang dewasa akan tetapi kegiatan ini bisa dilakan oleh semua orang mulai dari anak-anak sampai dewasa. Akan tetapi  terkadang saat menjelajah internet seringkali  seseorang  begadang sehinga menyebabkan kekurangan waktu tidur, walaupun hanya sekedar mengakses social media dengan chatting atau berinteraksi dengan pengguna lainnya sebelum jam tidur dapat mengganggu pola tidur, memicu insomnia, sakit kepala dan kesulitan konsentrasi.

Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang sangat sering dijumpai. Biasanya timbul sebagai suatu gejalah dari  gangguan lain yang mendasarinya terutama gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi atau gangguan emosi laiinya. Penggunaan social media setiap hari serta membawa ponsel atau gadget ketempat tidur dan semakin lama menggunakan media social melalui gadget tersebut makan akan semakin mengganggu  peraturan dari hormone melatonin  yang berperan dalam pengaturan jam tidur, sehingga dapat menyebabkan insomnia bagi penggunanya. Hal ini bisa terjadi karena saat kita memainkan social media melalui gadget atau yang lainnya sebelum tidur, cahayanya dapat memicu atau menstimulasi otak untuk membuat kita terbangun dan menunda keniginan untuk tidur.

Baca Juga: https://garispaku.blogspot.com/2020/08/pentingnya-pertolongan-pertama.html

Tanda-tanda umum apabila seseorang mengalami serangan insomnia yaitu, adanya gangguan tidur yang bervariasi dari ringan sampai parah, sulit jatuh ke dalam fase tidur, sering terbangun di malam hari, saat terbangun sulit untuk tidur lagi, terbangun yang terlalu cepat, tidur yang tidak memulihkan, pikiran seolah dipenuhi berbagai hal, selalu kelelahan di siang hari, penat, mengantuk, sulit berkonsentrasi, lakas marah/emosi, merasa tidak pernah mendapat tidur yang cukup dan sering sakit/nyeri kepala. 

Kasus yang terjadi pada siswa SMA 7 Muhammadiya Yogyakarta merupakan salah satu pelajaran yang dapat kita terapkan dalam kehidupan kita dalam menggunakan social media. Dimana 57,5 % orang yang menjadi responden mengalami insomnia karena intensitas yang sering menggunakan social media. Tentunya ini menjadi perhatian untuk kita semua sehingga bisa terhindar dari hal tersebut. Harapan yang sangat besar kepada pihak yang terkait agar lebih memperhatikan hal ini, dengan memberikan edukasi cara menggunakan social media yang baik serta bahaya yang dapat terjadi jika terlalu sering menggunakan social media.

Salah satu cara untuk mengobati insomnia adalah dengan cara rutin melakukan olahraga dengan durasi dan frekuensi yang sesuai yaitu tiga kali dalam satu minggu dan minimal dilakukan selama 30 menit. Membaca buku 30 menit juga dapat diterapkan untuk meminimalisir gejala insomnia.

Daftar Pustaka :

Dewi, L.P. and Suesti, S., 2017. Hubungan intensitas penggunaan situs jejaring sosial dengan insomnia pada remaja di sma muhammadiyah 7 yogyakarta (Doctoral dissertation, Universitas' Aisyiyah Yogyakarta).

 Kontibutor

© Warkasa1919.com, All rights reserved.

Mau donasi lewat mana?

Paypal
Bank BNI - An.warkasa / Rek - 0223432494
Traktir creator minum kopi dengan cara memberi sedikit donasi. klik icon panah di atas

5 komentar untuk "Sosial Media Penyebab Insomnia"